Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Kebijakan

Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd, Ph.D 25 Maret 2023 Zoom Siklus kebijakan: 1) Agenda setting 2) Formulasi 3) Implementasi 4) Evaluasi 5) Perubahan 6) Pencabutan Perbedaan perubahan dan pencabutan, pada perubahan hanya sebagian kebijakan, sedangkan pencabutan berlaku pada seluruh peraturan. Tahapan kebijakan: 1. Isu kebijakan 2. Analisis kebijakan 3. Perumusan kebijakan 4. Implementasi kebijakan 5. Evaluasi kebijakan Untuk bisa implementasi, perlu adanya faktor pendukung. Faktor pendukung disiapkan oleh yang memiliki kewenangan, contohnya dinas pendidikan, pemerintah daerah. Kriteria pemilihan Isu: 1. Isu itu sudah sangat kritis 2. Dampaknya sudah dirasakan 3. Sudah menjadi buah bibir (viral) 4. Berdampak sangat luas 5. Menyangkut masalah kewenangan 6. Terasakan dimana-mana

Pertemuan Keempat

Drs. Sulaiman, M.Pd, Ph.D 25 Maret 2023 Zoom The organizational behavior movement. Perilaku organisasi adalah satu disiplin yang berusaha mendeskripsikan, memahami, dan memprediksi perilaku manusia di dalam lingkungan organisasi formal. Karakteristik periaku organisasi sebagai suatu disiplin ilmu adalah pengakuan yang eksplisit bahwa  Kata kunci dalam aliran ini adalah interaksi manusia dengan lingkungan, yang akan menjadi perilaku manusia. Manusia dipengaruhi 3 hal: manusia lain disekitarnya, lingkungan fisik disekitarnya, dan budaya disekitarnya. Struktur organisasi lebih kepada pekerjaan apa yang harus dilakukan, orang-orang yang dicari seperti apa. Pemikiran ketiga ini lebih bagus namun tetap berdasarkan pada pemikiran pertama dan kedua. Karakteristik orang disesuaikan dengan pekerjaan ataupun sebaliknya. Yang sulit adalah mencocokan kebutuhan pegawai dengan kebutuhan perusahaan. Pada tahap ini digunakan teori motivasi. Jika keduanya tercapai, maka akan muncul konsep kepuasan. ...

Pertemuan Kelima

Prof. Dr. H. Wahyu, MS 25 Maret 2023 Zoom Pada kuantiatif, teori lebih mudah, teori hanya mengacu kepada variabel. Pada kualitatif, teori akan menyesuaikan dengan perkembangan fenomena yang terjadi dilapangan, sehingga teori bisa berubah-ubah. Pada kualitatif, teori pada proposal bersifat tentatif, hanya sebagai acuan/rambu-rambu. Jika dilapangan fenomena berubah, maka teori ikut berubah. Secara penyusunan teori, kualitatif lebih rumit daripada kuantitatif. Dalam menyusun penelitian kualitatif, harus banyak referensi, dan keluasan wawasan. Populasi dan sampel hanya berlaku pada pendekatan kuantitatif. Terdapat istilah probabilitas dan generalisasi. Pada kualitatif dikenal non probabilitas. Tidak ada generalisasi, namun dikenal istilah kasus, fenomenologis, naratif. Ada istilah transfer ability. Misalnya penelitian SMAN 1 Kapuas, berarti penelitian itu hanya berlaku untuk SMAN 1 Kapuas, tidak bisa digeneralisasikan. Jika penelitian pada SMAN 1 Kapuas mempunyai ciri-ciri yang sama dengan...

Sifat Puasa Nabi Muhammad

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 15 Maret 2023 / 23 Sya'ban 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin Pada bulan Ramadhan, ada malam lailatul qadr. Barang siapa yang dijauhkan dari kebaikan malam lailatul qadr, maka dia dijauhkan dari seluruh kebaikan. Silahkan bergembira dan bersuka cita memasuki bulan Ramadhan, dan ini merupakan sunnah. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam bersuka cita menyambut bulan Ramadhan. Sifat puasa nabi: 1. Nabi menentukan puasa Ramadhan dengan 2 cara, yaktu: rukyat hilal (melihat), atau menyempurnakan bilangan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. 2. Jika Rasulullah shalallahu alaihi wassalam melihat hilal maka beliau membaca doa (melihat hilal). 3. Berniat dimalam hari. Khusus puasa wajib, maka harus berniat sebelum masuk fajar. Barang siapa tidak berniat pada malam hari, maka puasanya tidak sah.

Fiqih Puasa Ramadhan

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 14 Maret 2023 / 22 Sya'ban 1444 Masjid As Salam Samsat  Puasa adalah menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Fajar yang dimaksud disini adalah fajar shodiq, atau adzan kedua. Yang membatalkan puasa 1. Makan dan minum 2. Berjima 3. Istimna, mengeluarkan mani atau madzi dengan sengaja 4. Mengeluarkan darah yg banyak (bekam atau donor darah) 5. Berniat membatalkan puasa dan melakukan salah satu perbuatan diatas.

Menyambut Ramadan dengan Ilmu

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 13 Maret 2023 / 21 Sya'ban 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Orang yang berpuasa melakukan 3 jenis kesabaran. Yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghindari maksiat, dan sabar menghadapi takdir. Semakin seseorang sabar, maka pahala puasa semakin besar. Puasa adalah ibadah yang panjang, dapat disambi dengan ibadah yang lain, seperti sedekah, baca quran. Bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada minyak wangi yang paling wangi. Bau mulut ini muncul karena ibadah, sebagaimana berhaji, wajahnya kusam karena ibadah. Dan untuk haji, Allah membanggakan orang yang berhaji dihadapan para malaikat, meskipun wajah orang berhaji penuh debu. Semacam itu pula puasa, meskipun ada bau mulut, namun bau mulut tsb disukai Allah, karena sebab ibadah.

Pertemuan Ketiga

Drs. Sulaiman, M.Pd, Ph.D 11 Maret 2023 Kampus ULM Banjarmasin Human relations movement . The western electric (Hawthorne Works) Studies (1923-1933). Studi ini, yang dilakukan pada tahun 1920an dimulai sebagai upaya langsung untuk menentukan hubungan antara lingkungan kerja dan produktifitas. Intensitas cahaya berpengaruh terhadap kinerja. Gagal menemukan hubungan yang sederhana. Perilaku tidak semata-mata fisik tetapi juga psikologis. Memutuskan untuk mempelajari lebih jauh tentang pekerja, misalnya sikap mereka. (dilakukan oleh Elton Mayo). Interviewing stage, 1928. supervisor mulai memperhatikan pekerja dengan lebih manusiawi. Mendapati manajer hanya tahu sedikit tentang penyeliaan yang baik. Manusia tidak terpisah, melainkan berkelompok. Maslow mengungkapkan orang bekerja karena uang, rasa aman, dan sosial. Lebih lanjut Maslow berpendapat tujuan orang bekerja adalah mengejar prestise (pengakuan diri). Bila seseorang sudah berkelompok, maka separo kebebasan dipegang oleh kelompok. P...

Pertemuan Ketiga

Prof. Dr. H. Wahyu, MS 11 Maret 2023 Kampus ULM Banjarmasin Latar belakang bukan pemilihan judul. Latar belakang bertujuan untuk mendudukan masalah. Masalah: kesenjangan, perbedaan antara teori dan praktek, antara harapan dan kenyataan. Dalam penyusunan masalah, harus mempunyai alur berpikir. Rumusan masalah suatu pertanyaan bersumber dari masalah yang perlu dibuktikan dilapangan. Kuantitatif -> Batasan masalah. Kualitatif -> Fokus penelitian. Saat menentukan batasan ataupun fokus, harus bersumber dari teori.  Contoh: masalahnya adalah rendahnya mutu pendidikan. Kemudian mutu pendidikan dipengaruhi oleh kompetensi guru (teori). Kompetensi guru ada 4 (teori). Penelitian ini meneliti dari sisi kompetensi profesional (batasan / fokus). Banyak membaca buku dan jurnal akan menumbuhkan inspirasi. Latar belakang idealnya 5-6 halaman. Pada kualitatif, bisa saja permasalahan masih bersifat tentatif, namun saat realita dilapangan, masalah akan menjadi jelas. Penentuan pemilihan variabe...

Pertemuan Kedua

Drs. Sulaiman, M.Pd, Ph.D 04 Maret 2023 Kampus ULM Banjarmasin Perilaku manusia dalam organisasi pendidikan. -> Buku referensi pak Sulaiman, buku dalam bahasa Inggris. Awal cerita ilmu administrasi berasal dari administrasi negara atau dapat juga disebut administrasi publik. Ilmu mengenai administrasi negara, bahkan dimulai sejak zaman Mesir kuno. Administrasi negara berlanjut hingga era revolusi industri (saat ditemukan mesin uap). Saat abad 19, administrasi publik berlangsung manual dan alami, tidak dilakukan secara ilmiah. Memasuki abad 20, administrasi mulai dipelajari sebagai ilmu. Aliran pemikiran tentang organisasi adalah sebagai berikut: 1. Rational/Scientific/Classical Organizational Theory (1910-1935): 1) Max Weber; 2) Frederick W. Taylor; 3) Henry Fayol 2. The Human Relations Movement (1935-1950): Elton Mayo cs. 3. The Organizational Behavior Movement (1950-1975): 1) Chester I. Barnard; 2) Felix J. Roethlisberger; 3) Herbet A. Simon. 4. Human Resources Management (1975-pr...

Pertemuan Kedua

Prof. Dr. H. Wahyu, MS 04 Maret 2023 Kampus ULM Banjarmasin Tesis sepenuhnya diserahkan kepada kompetensi masing-masing. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tesis. 1. Mengukur kemampuan diri. 2. Lacak teorinya. Harus ada teori yang mendukung. TEORI PENTING UTK TESIS. 3. Pastikan data bisa dikumpulkan. Menyusun tesis harus ada kepuasan batin. Tiga hal lain yang perlu diperhatikan agar data itu bagus 1. Alat ukur harus tepat, baik kualitatif atau kuantitatif. Kualitatif alat ukurnya dengan narasi, sedangkan kuantitatif dengan statistik. 2. Tekun, cermat, sistematika diperhatikan, mengumpulkan data dengan hati-hati. 3. Alat analisis harus tepat. Penelitian tidak cukup hanya membaca buku, namun sebaiknya mendengarkan pengalaman dan penjelasan para dosen. Menyusun tesis harus banyak membaca buku, jurnal, atau tesis terdahulu. Buatlah gagasan pikiran yang unik. Kuantitatif: membuktikan hipotesis. Kualitatif: melahirkan hipotesis. Kualitatif berangkat dari fakta-fakta empiris kemu...

Pengantar

Drs. Sulaiman, M.Pd, Ph.D 03 Maret 2023 Kampus ULM Banjarmasin Statistik digunakan untuk menunjuk semua kenyataan yang berwujud angka-angka (data) mengenai suatu kejadian khusus. Contoh: statistik kecelakaan lalu lintas, statistik kelahiran dan kematian, statistik import dan eksport, statistik keadaan mahasiswa. Deskriptif maksudnya mendeskripsikan atau memaparkan (suatu kejadian). Arti luas: statistik berarti cara-cara ilmiah yang dipersiapkan untuk mengumpulkan, menyusun, menyajikan, dan menganalisis data penelitian yang berujud angka-angka. (metode/teknik analisis data). Statistik diharapkan dapat menyediakan dasar-dasar skor ini tergolong tinggi bagi seluruh anggota yang menjawab, klasifikasinya tinggi. butir kedua, masih rendah. diakhir bab 6 disuruh membuat saran.  ============= Skala atau Tingkat pengukuran. 1. Skala nominal. Contoh: pria (1), wanita (2) 2. Skala ordinal. Sebenarnya tidak masuk dalam pengukuran, namun angkanya mempunyai kekuatan, biasanya berupa jenjang. Tid...

Persiapan Ramadan

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 10 Sya'ban 1444 / 02 Maret 2023 Masjid Al Faruq Banjar  Solat malam pada ramadan hendaknya dikerjakan setiap malam dibulan ramadan. Kecuali ada udzur syar'i. Tidak harus solat malamnya itu sepanjang malam, boleh di sebagian malam. Pada bulan ramadan, sunnahnya solat malam hingga selesai bersama imam, hingga imam salam. Bahkan sebagian ahli fikih berpendapat afdolnya menunggu imam keluar masjid, baru para makmum pulang. Ikhlas dan mengharap pahala dalam beribadah, bukanlah sesuatu yang bertentangan. Nabi shalallahu alaihi wassalam solat tarawih pada bulan ramadan hanya sekitar 3 malam. Pada zaman nabi, solat tarawih dimasjid, namun tidak dalam 1 imam. Barang siapa melakukan qiyam di bulan ramadan, ikhlas kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Qiyam dibulan ramadan, lebih utama dilakukan pada malam bulan ramadan daripada ibadah lain. Jika ada kasus, ada orang yang lebih khusyuk melakukan ibadah membaca Alquran d...

Malam Nisfu Sya'ban

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 09 Sya'ban 1444 / 01 Maret 2023 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin Hadits malam nisfu Sya'ban adalah hadits mungkar. Hadits mungkar maksudnya adalah menyelisihi hadits yang sahih. Ulama berpendapat mengkhususkan ibadah pada malam nisfu Sya'ban adalah perbuatan bid'ah. Mengagungkan nisfu Sya'ban dilakukan jauh setelah zaman nabi shalallahu alaihi wassalam. Hadits palsu juga ada pada hadits yang menjelaskan keutamaan bulan Sya'ban. Ibnu Rajab al Hambali mengatakan yang mengagungkan bulan Sya'ban ada juga di negeri Irak.