Langsung ke konten utama

Pertemuan Kedua

Prof. Dr. H. Wahyu, MS
04 Maret 2023
Kampus ULM Banjarmasin

Tesis sepenuhnya diserahkan kepada kompetensi masing-masing.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tesis.
1. Mengukur kemampuan diri.
2. Lacak teorinya. Harus ada teori yang mendukung. TEORI PENTING UTK TESIS.
3. Pastikan data bisa dikumpulkan.

Menyusun tesis harus ada kepuasan batin.

Tiga hal lain yang perlu diperhatikan agar data itu bagus
1. Alat ukur harus tepat, baik kualitatif atau kuantitatif. Kualitatif alat ukurnya dengan narasi, sedangkan kuantitatif dengan statistik.
2. Tekun, cermat, sistematika diperhatikan, mengumpulkan data dengan hati-hati.
3. Alat analisis harus tepat.

Penelitian tidak cukup hanya membaca buku, namun sebaiknya mendengarkan pengalaman dan penjelasan para dosen.

Menyusun tesis harus banyak membaca buku, jurnal, atau tesis terdahulu.

Buatlah gagasan pikiran yang unik.

Kuantitatif: membuktikan hipotesis.
Kualitatif: melahirkan hipotesis.

Kualitatif berangkat dari fakta-fakta empiris kemudian ditarik hipotesis. Penelitian kualitatif harus interaktif, dekat, ketemu, tatap muka dengan sumber data.

Kuantitatif cukup memberikan angket, dan mengambil sampel.

Dengan teori yang kuat, akan mampu menganalisis dan dapat mengukur fakta empiris di lapangan.

Kekuatan kuantitatif -> angket.

Kekuatan kualitatif -> observasi, wawancara, dan dokumen dilihat secara terpadu.

Kuantitatif -> analisis menggunakan statistik (paramatik atau non paramatik) - induktif ke deduktif.

Kualitatif -> analisis berdasarkan fakta-fakta (induktif) - deduktif ke induktif.

Jika ingin melakukan penelitian secara mendalam, maka lebih condong menggunakan pendekatan kualitatif.

Kuantitatif cenderung meneliti permukaan, tidak secara mendalam.

Kualitatif tidak menekankan generalisasi. Pada kuantitatif boleh menggunakan generalisasi. Pada kualitatif dikenal dengan istilah tranferability.

Pengambilan data kualitatif tidak bisa diwakilkan. Peneliti harus menjalin hubungan yang erat dengan sumber data.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...