Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc
11 Desember 2022 / 18 Jumadil Awal 1444
Masjid Al Faruq Banjar
Abu Thalib, paman nabi, masuk neraka paling ringan karena syafa'at nabi.
Yang maksum hanya nabi, selain nabi, bahkan keluarga nabi tidak maksum, ada yg beriman ada yg tidak.
Alasan mempertahankan budaya, dapat menghalangi dari menerima syariat.
Budaya tidak mengapa dilestarikan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Nabi, makhluk paling mulia, tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau.
Hidayah terbagi 2:
1. Hidayah taufik, seorang hamba menerima kebenaran. Contoh: yang kafir menjadi mukmin, yang maksiat menjadi taubat.
Hidayah taufik ini hanya milik Allah.
2. Hidayah irsyad, atau hidayah bayan. Hidayah yang berupa menjelaskan, seperti ustadz menjelaskan materi ilmu agama.
Misal ada seseorang paham terhadap ilmu agama, dipahamkan ustadz. Ini adalah hidayah irsyad.
Namun, apakah orang tersebut dapat mudah mengamalkan ilmu yang didapat. Ini adalah hidayah taufik.
Sebaik-baiknya orang yang paling baik memberikan hidayah irsyad adalah nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
Beberapa sebab nabi adalah orang yang paling baik memberikan hidayah irsyad adalah
1. Karena nabi adalah orang yang paling fasih bahasanya. Perkataan nabi singkat namun luas makna.
2. Nabi juga orang yang paling sempurna kecerdasannya. Nabi memahami cara-cara berdakwah.
3. Nabi orang yang paling sempurna dalam menyayangi. Nabi menyayangi orang yang beliau dakwahi.
Tolak ukur kebenaran dalam agama adalah firman Allah dan sabda nabi shalallahu alaihi wasallam.
Nabi dan kaum muslimin tidak boleh memintakan ampun kepada Allah untuk kaum musyrikin, sekalipun keluarga.
Kalimat 'La Ilaha Illallah' sangat penting, maknanya secara singkat adalah tidak ada sesuatu apapun yang berhak diibadahi selain Allah Ta'ala.
Sebagian orang zaman belakangan keliru memahami kalimat 'La Ilaha Illallah'.
Abu Jahl memahami makna kalimat tauhid. Namun tidak mengakuinya.
Bahayanya mengagungkan leluhur, nenek moyang, dsb karena akhirnya dapat berpotensi menolak kebenaran agama.
Seperti Abu Mutalib yang mengagungkan ajaran leluhur.
Amalah seseorang itu yang menentukan adalah di akhir hidupnya.
Hal ini berdasarkan, nabi mendakwahi Abu Mutalib dipenghujung umurnya, seandainya Abu Mutalib mengucapkan kalimat tauhid, maka nabi dapat memberikan syafaat dihari kiamat.
Komentar
Posting Komentar