Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025
Masjid Imam Syafii
Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi.
Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H.
Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah.
Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan.
Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya.
Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya.
Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu.
Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan.
Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik).
Orang berilmu hidupnya tenang.
Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk.
Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk.
Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum.
Merupakan keutamaan manusia, paham ilmu agama.
Derajat manusia angkat terangkat dengan ilmu.
Imam Malik mengatakan, ilmu agama adalah bukan hal yang ringan, hal yang berat.
Imam Malik tidak menyukai seorang yang meremehkan ilmu agama.
Bentuk pengagungan ilmu adalah dengan mengamalkannya.
Saat menuntut ilmu, seorang hendaknya berusaha untuk paham, jgn diam diri.
Berpaling dari ilmu secara total, dapat mengeluarkan seorang dari Islam.
Tidak boleh seorang tdk mengetahui tentang rukun islam, rukun iman.
Ada perbedaan orang yang paham dan hapal.
Orang yang paham lebih utama daripada yang hapal.
Orang yang terjerumus syubhat atau maksiat, salah satu jalan keluarnya adalah menuntut ilmu.
Komentar
Posting Komentar