Langsung ke konten utama

Pertemuan Ketiga

Prof. Dr. H. Wahyu, MS
11 Maret 2023
Kampus ULM Banjarmasin

Latar belakang bukan pemilihan judul. Latar belakang bertujuan untuk mendudukan masalah.

Masalah: kesenjangan, perbedaan antara teori dan praktek, antara harapan dan kenyataan.

Dalam penyusunan masalah, harus mempunyai alur berpikir.

Rumusan masalah suatu pertanyaan bersumber dari masalah yang perlu dibuktikan dilapangan.

Kuantitatif -> Batasan masalah.
Kualitatif -> Fokus penelitian.

Saat menentukan batasan ataupun fokus, harus bersumber dari teori. 

Contoh: masalahnya adalah rendahnya mutu pendidikan. Kemudian mutu pendidikan dipengaruhi oleh kompetensi guru (teori). Kompetensi guru ada 4 (teori). Penelitian ini meneliti dari sisi kompetensi profesional (batasan / fokus).

Banyak membaca buku dan jurnal akan menumbuhkan inspirasi.

Latar belakang idealnya 5-6 halaman.

Pada kualitatif, bisa saja permasalahan masih bersifat tentatif, namun saat realita dilapangan, masalah akan menjadi jelas.

Penentuan pemilihan variabel harus didasari alasan ilmiah.

Pada rumusan masalah jangan dituliskan judul, rumusan masalah lebih spesifik.

Data tidak harus dalam bentuk angka-angka, bisa juga dalam bentuk narasi.

Pada kuanti -> variabel.
Pada kuali -> aspek, dimensi.

Tesis lazimnya 3 - 4 rumusan masalah.

Jumlah rumusan masalah sama dengan jumlah tujuan masalah.

Judul bersifat sementara dan dapat berkembang saat di lapangan (kualitatif).

Pada umumnya, judul maksimal 14-15 kata.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...