Langsung ke konten utama

Mengenal Rabb

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
08 Juli 2022 / 09 Dzulhijjah 1443
Masjid Imam Syafii Banjarmasin

Macam-macam ibadah, Islam, Iman, dan Ihsan.

Termasuk ibadah, rasa takut, rasa berharap, meminta perlindungan, bernadzar, kembali, meminta tolong, menyembelih, dan sebagainya.

Semua ibadah milik Allah.

Makna ibadah, sebuah nama yang mencakup segala sesuatu yang Allah senangi dan cintai, baik perkataan, perbuatan, nampak ataupun tidak nampak.

Ibadah mempunyai 2 sifat, yaitu (1) dicintai oleh Allah, (2) diridhoi oleh Allah.

Apa saja yang memenuhi 2 sifat diatas, maka dapat disebut ibadah.

Seseorang harus mengerti dampak dari ibadah. Seseorang harus menujukan ibadah kepada Allah.

Barangsiapa yang memalingkan ibadah kepada selain Allah maka dikatakan orang itu musyrik dan kafir.

Contoh: puasa untuk malaikat. Puasa dicintai oleh Allah. Namun, perbuatan ini tidak diridhoi oleh Allah, karena ibadah harus ditujukan kepada Allah.

Lawan ibadah adalah syirik. Tidak bisa ibadah dan syirik berkumpul dalam 1 orang.

Perkara yang dicintai oleh oleh mempunyai beberapa ciri-ciri:

1. Diperintahkan oleh Allah baik dalam Alquran ataupun hadits.

2. Allah memuji suatu perbuatan, baik di Alquran ataupun hadits.

3. Allah menyebutkan pahala suatu perbuatan. Tidak mungkin Allah memberi pahala, kecuali Allah mencintai perbuatan tersebut.

Syirik, pengertian paling ringkas adalah memalingkan ibadah kepada selain Allah. 

Orang yang melakukan kesyirikan sama dengan orang yang melakukan banyak kesyirikan, karena 1 kesyirikan saja dapat membinasakan semua amalan.

Macam-macam ibadah. Ada ibadah secara umum, ada juga yang terperinci.

Secara umum ibadah ada 3, yaitu: Islam, Iman, dan Ihsan.

Ibadah secara terperinci ada 14 yang mana semuanya kembali kepada 3 ibadah secara umum diatas.

Islam adalah ibadah zahir, yang nampak.

Semua ibadah yang nampak, kembali kepada islam, contoh: solat, puasa, zakat, haji, zikir.

Iman adalah ibadah yang tersembunyi, amalan hati. Contoh: tawakkal, takut kepada Allah, berharap

Jika dalam 1 ayat, islam dan iman disebutkan terpisah, maka maknanya berbeda.

Jika dalam 1 ayat, hanya disebut islam ataupun iman, maka maknanya sama.

Ihsan adalah berbuat baik. Nabi menjelaskan ihsan adalah menyembah Allah seakan-akan Allah melihat.

Orang yang bermaksiat, maka hilang sifat ihsan pada dirinya.

Ibadah terperinci ada 14, yaitu 

  1. doa
  2. rasa takut
  3. rasa harap
  4. tawakkal
  5. mengharap pahala
  6. rasa takut azab
  7. khusyuk
  8. takut kepada Allah
  9. kembali kepada Allah
  10. meminta tolong
  11. meminta perlindungan
  12. istighosah
  13. menyembelih
  14. nadzar
Syirik lebih umum. Kufur lebih khusus.

Setiap orang yang melakukan syirik, pasti kufur. Tidak semua kufur termasuk syirik.

Orang yang menyembelih yang ditujukan kepada selain Allah. Perbuatan ini syirik sekaligus kufur.

Orang yang berdusta atas nama nabi, perbuatan kufur, namun tidak syirik.

Orang yang mengolok-olok ayat Allah, perbuatan kufur, namun tidak syirik.

Sebagian ulama menyamakan syirik dan kufur.

Jenis syirik yang paling besar adalah berdoa kepada selain Allah. Dan ini adalah syirik yang paling banyak terjadi di muka bumi.

Doa ada 2 macam, (1) doa memenuhi hajat-hajat hamba, (2) doa yang tidak meminta secara langsung, contoh: solat, puasa.

Ulama zaman dahulu perkataannya singkat padat, penuh makna. Orang belakangan (zaman sekarang) panjang berbicara, intinya sedikit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...