Langsung ke konten utama

Bab Mimisan

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
02 Juni 2022 / 03 Dzulqaidah 1443
Masjid Al Faruq

Hadits ke-95, bab mimisan.

Wudhu secara bahasa artinya membasuh. Secara istilah, wudhu adalah wudhu yang dilakukan kaum muslimin saat mau sholat.

Imam Malik memahami wudhu adalah membasuh.

Darah orang terbunuh dimaafkan.

Orang mati syahid dikuburkan beserta darahnya. Dikafani dengan pakaiannya yang berlumuran darah. Darah orang mati syahid tidak najis.

Darah didalam tubuh tidak najis.

Darah haid dan nifas najis.

Darah yang keluar mengalir, terjadi khilaf di kalangan ulama, apakah najis atau tidak.

Imam yang 4, menganggap darah tsb diatas adalah najis. Berdasarkan hadits, sesuatu yang haram dimakan adalah najis.

Jika disebutkan 'para ulama sepakat', maka sebagian besar ulama sepakat namun ada sebagian kecil yang mempunyai pendapat lain.

Jika disebutkan 'ijma', maka seluruh ulama pada masa tersebut bersepakat. Namun, generasi setelahnya tidak boleh mengingkari.

Tidak boleh menyelisihi ijma.

Sebagian ulama menganggap darah mengalir yang keluar tidak najis. Dalilnya, dahulu para sahabat berperang, berdarah-darah, namun tetap solat.

Dalil yang lain, wanita yang mengalami keluar darah istihadzah, boleh dicampuri, bukti bahwa darah itu tidak najis.

Kedua khilaf tentang darah, dalilnya sangat kuat.

Sebagai bentuk kehati-hatian, jika ada darah yang mengalir keluar, maka berusahalah untuk dibersihkan sebelum bersuci.

Memilih pendapat pertama, darah adalah najis, adalah sikap yang lebih hati-hati. Namun silahkan jika memilih pendapat darah yang mengalir keluar adalah tidak najis.

Walaupun memilih pendapat darah itu najis, istri ada darah istihadzah, tetap boleh dicampuri.

Darah yang keluar sedikit, dimaafkan. Banyak sedikitnya dikembalikan kepada urf masyarakat setempat.

Darah tidak membatalkan wudhu. Walaupun orang tersebut berpendapat darah adalah najis. Namun bersihkan sebisa mungkin.

Jika saat solat, mimisan jumlahnya banyak, maka solat tidak sah. Jika mimisan sedikit, maka solat tidak batal.

Termasuk saat solat memukul nyamuk yang ada darah, maka solat tetap sah. Karena darahnya sedikit, dan darah sedikit itu dimaafkan.

Pergerakan yang sangat banyak dalam solat, selama tidak mengubah bentuk solat (masih terlihat seperti orang solat), maka tidak membatalkan solat.

Pada kitab muwatha, jika Imam Malik menyebutkan 'Telah sampai kepadaku .... ', maka atsar tersebut lemah, karena ada rawi yang tidak disebutkan (terputus).

Jika mimisan keluar banyak, batalkan solat, bersihkan.

Jika mimisan keluar sedikit, dimaafkan, teruskan solat.

Darah tidak boleh diperjual belikan.

Dalam keadaan darurat, tidak mendapatkan transfusi darah, kemudian membeli darah, maka tidak mengapa. Yang berdosa adalah yang menjual.

Tidak mengapa memberi hadiah kepada donatur darah. Tidak dalam rangka membeli darah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Hidayah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc 11 Desember 2022 / 18 Jumadil Awal 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Abu Thalib, paman nabi, masuk neraka paling ringan karena syafa'at nabi. Yang maksum hanya nabi, selain nabi, bahkan keluarga nabi tidak maksum, ada yg beriman ada yg tidak. Alasan mempertahankan budaya, dapat menghalangi dari menerima syariat. Budaya tidak mengapa dilestarikan selama tidak bertentangan dengan syariat. Nabi, makhluk paling mulia, tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau. Hidayah terbagi 2: 1. Hidayah taufik, seorang hamba menerima kebenaran. Contoh: yang kafir menjadi mukmin, yang maksiat menjadi taubat. Hidayah taufik ini hanya milik Allah. 2. Hidayah irsyad, atau hidayah bayan. Hidayah yang berupa menjelaskan, seperti ustadz menjelaskan materi ilmu agama. Misal ada seseorang paham terhadap ilmu agama, dipahamkan ustadz. Ini adalah hidayah irsyad.  Namun, apakah orang tersebut dapat mudah mengamalkan ilmu yang didapat. Ini adalah hidayah taufik. Sebaik-...