Langsung ke konten utama

Manisnya Iman

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
23-08-2024 / 19 Shafar 1446
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Hadits ke-16 kitab iman pada shahih bukhari.

Ada 3 hal jika ada pada seseorang, maka orang tersebut akan merasakan manisnya iman.

Yang dimaksud manisnya iman adalah merasakan kelezatan saat beramal salih, beribadah, lebih mendahulukan akhirat daripada dunia, dan mendahulukan hukum Allah daripada hukum yang lain.

1. Mencintai Allah dan rasulnya melebihi yang lainnya. Jika seorang mencintai yang lain daripada Allah dan rasulnya, maka orang tersebut berdosa. 

Bukti cinta kepada Allah dan rasulnya adalah menjalankan perintah² Allah dan rasulnya.

2. Mencintai saudaranya sesama muslim karena Allah. Sebagian manusia berteman karena masalah dunia, ini adalah hal yang keliru. 

Semestinya berteman karena Allah. Hal ini juga dapat menghindari dari sifat sombong.

3. Tidak suka kembali kepada kekufuran seperti tidak sukanya dia dilemparkan ke dalam api.

Praktiknya adalah seseorang meninggalkan maksiat dan membenci maksiat tersebut. 

Sebagian orang meninggalkan maksiat namun dalam hatinya masih condong ke maksiat tersebut. Hal ini tidak benar.

Setiap manusia bisa merasakan manisnya iman dan melaksanakan 3 hal di atas.

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah menyebutkan surga di dunia ini adalah merasakan manisnya iman.

Cinta kepada saudara kita harus disertai dengan keikhlasan dan dibarengi dengan cinta kepada Allah.

Hadits ke-17.

Tanda keimanan adalah mencintai kaum anshor. Dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum anshor.

Kaum anshor adalah sahabat nabi.

Di masyarakat kita, ada sebagian yang menggaungkan membenci orang-orang arab.

Hal diatas tidak benar. Secara umum tidak boleh mebenci sesama muslim.

Hal ini juga dapat membawa kepada benci syariat Islam. Padahal Nabi adalah orang arab.

Alquran diturunkan dalam bahasa arab. Dan diturunkan di arab.

Nifaq (munafik) menampakkan lisan dan perbuatan berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya.

Nifaq ada 2, pertama berkaitan dengan keyakinan. Nifaq ini mengeluarkan seorang dari islam.

Dia menampakkan keislaman namun hatinya kafir.

Sedangkan orang yang mengaku islam namun terang-terangan membenci syariat islam disebut zindiq.

Kedua berkaitan dengan amal. Ini adalah nifaq kecil. Pada hadits 17 ini maksudnya adalah nifaq kecil.

Iman dan kemunafikan dapat berkumpul.

Sering berdusta adalah tanda kemunafikan.

Ada seorang islam yang sering berdusta. Namun hal ini tidak mengeluarkan seorang dari islam.

Kata seorang salaf, muslim itu sedikit berbicara namun banyak amal. Diamnya adalah hikmah, dan memikirkan sesuatu.

Untuk menghindari kenifaqan, cintailah para sahabat nabi, banyak-banyak berzikir. 

Seutama-utama zikir adalah membaca quran.

Seorang muslim harus ada membaca quran setiap hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Hidayah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc 11 Desember 2022 / 18 Jumadil Awal 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Abu Thalib, paman nabi, masuk neraka paling ringan karena syafa'at nabi. Yang maksum hanya nabi, selain nabi, bahkan keluarga nabi tidak maksum, ada yg beriman ada yg tidak. Alasan mempertahankan budaya, dapat menghalangi dari menerima syariat. Budaya tidak mengapa dilestarikan selama tidak bertentangan dengan syariat. Nabi, makhluk paling mulia, tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau. Hidayah terbagi 2: 1. Hidayah taufik, seorang hamba menerima kebenaran. Contoh: yang kafir menjadi mukmin, yang maksiat menjadi taubat. Hidayah taufik ini hanya milik Allah. 2. Hidayah irsyad, atau hidayah bayan. Hidayah yang berupa menjelaskan, seperti ustadz menjelaskan materi ilmu agama. Misal ada seseorang paham terhadap ilmu agama, dipahamkan ustadz. Ini adalah hidayah irsyad.  Namun, apakah orang tersebut dapat mudah mengamalkan ilmu yang didapat. Ini adalah hidayah taufik. Sebaik-...