Langsung ke konten utama

Peninggalan Nabi

U. Sadam - 06 Juli 2026 - M. Al Faruq

Nabi seringkali memberi jika diminta selama bukan dosa.

Ada sahabat yg meminta jubah dari nabi. Padahal jubah tsb baru saja dihadiahkan kepada nabi.

Sahabat tsb tau nabi akan memberikan dan sahanat tsb berharap jubah itu akan dikubur bersamanya.

Nabi memberikan sarung kepada orang-orang yang membantu utk memandikan puteri beliau yang meninggal.

Sarung tsb menjadi sarung yang berkah.

Para sahabat mengejar bekas minum nabi, bekas air wudhu nabi.

Sejumlah sahabat berusaha mengambil berkah dari apa-apa yang terlepas dari tubuh nabi.

Sejumlah sahabat masih melakukan tabaruk dari barang-barang peninggalan nabi.

Sandal nabi dan penampungan air nabi disimpan oleh Anas bin Malik.

Asma binti Abu Bakkar (kakak Aisyah) memiliki jubah hitam peninggalan nabi, yang didapat dari Aisyah saat Aisyah meninggal.

Asma menggunakan jubah hitam itu untuk mengobati orang yang sakit.

Sahabat Anas juga mempunyai rambut nabi dan diberikan kepada muridnya Muhammad bin Sirin, seorang tabi'in.

Peninggalan nabi, zaman sekarang, tidak dapat divalidasi lagi kebenarannya.

Lapisan jubah (tipis) nabi, hilang saat perang di Baghdad.

Sandal nabi hilang saat penaklukan kota Damaskus.

Syaikh Albani mengatakan, tabaruk yang paling tinggi dan penting adalah dengan ittiba, mengikuti ajaran-ajaran nabi, menjalankan sunnah nabi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...