Langsung ke konten utama

Syubhat Sifat Tinggi Allah

2 sifat yang berbeda pandangan antara ahli kalam dengan salafus salih, yaitu tinggi dan kalam.

Syubhat-syubhatnya adalah
1. Arah. Ahli kalam meyakini Allah tidak berasal dari 1 arah, tidak terikat arah manapun. Arah cenderung dengan tempat dan tempat adalah untuk makhluk.

Jawaban. Istilah arah, dalam bahasa arab, jihah, tidak ada dalil yg menyebutkannya. Yang ada adalah istiwa diatas Arsy, naik. 
Lafaz jihah, bisa benar bisa salah, tergantung maksudnya.
Jika Allah tidak dari arah manapun, maka kelazimannya adalah Allah tidak bisa dilihat. Ahlusunnah meyakini Allah bisa dilihat di akhirat.
Oleh karenanya istilah arah lebih baik tidak dipakai, jika dipakai maka tergantung maknanya.

2. Jika Allah diatas, maka Allah punya tempat, ruang, dan batas.

Jawaban. Saat dikatakan Allah diatas bukan berarti Allah butuh tempat. Allah diatas seluruh makhluk dan terpisah dari makhluk. Allah Maha Tinggi, tidak bisa dibatasi oleh apapun.

3. Jika Allah diatas Arsy, berarti Allah adalah benda.

Jawaban. Makhluk berbeda dengan Allah. Melihat Allah beda dengan melihat makhluk. Demikian juga sifat diatas Arsy. Sehingga mensifati Allah diatas Arsy tidak sama dengan sifat diatasnya makhluk.

4. Jika Allah diatas Arsy, berarti Allah ditopang Arsy, berarti Allah memerlukan Arsy.

Jawaban. Syubhat ini dibangun diatas khayalan seperti raja yang duduk dikursi, yang butuh terhadap kursi. Allah tidak butuh apapun, bahkan sebaliknya seluruh makhluk butuh kepada Allah. Antara makhluk saja yg diatas belum tentu butuh dengan yang dibawah, seperti udara tidak butuh tanah. Apalagi antara makhluk dengan Allah.

5. Jika Allah dilangit, berarti Allah berada atau terbatas dengan ciptaan Nya.

Jawaban. Ini adalah tuduhan palsu, menakut-nakuti orang awam. Allah diatas seluruh makhluk tidak terbatas tempat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Hidayah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc 11 Desember 2022 / 18 Jumadil Awal 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Abu Thalib, paman nabi, masuk neraka paling ringan karena syafa'at nabi. Yang maksum hanya nabi, selain nabi, bahkan keluarga nabi tidak maksum, ada yg beriman ada yg tidak. Alasan mempertahankan budaya, dapat menghalangi dari menerima syariat. Budaya tidak mengapa dilestarikan selama tidak bertentangan dengan syariat. Nabi, makhluk paling mulia, tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau. Hidayah terbagi 2: 1. Hidayah taufik, seorang hamba menerima kebenaran. Contoh: yang kafir menjadi mukmin, yang maksiat menjadi taubat. Hidayah taufik ini hanya milik Allah. 2. Hidayah irsyad, atau hidayah bayan. Hidayah yang berupa menjelaskan, seperti ustadz menjelaskan materi ilmu agama. Misal ada seseorang paham terhadap ilmu agama, dipahamkan ustadz. Ini adalah hidayah irsyad.  Namun, apakah orang tersebut dapat mudah mengamalkan ilmu yang didapat. Ini adalah hidayah taufik. Sebaik-...