Langsung ke konten utama

Dosa Terbesar

Ustaz Dr. Syadam Husein, Lc, MA
22 Februari 2025 / 24 Sya'ban 1446
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin 

Sifat-sifat Allah tidak bisa disamakan dengan sifat makhluk.

Allah melihat dan mendengar, tidak sama dengan penglihatan dan pendengaran makhluk.

Demikian juga, Allah berbicara, tidak sama bicaranya Allah dengan bicaranya makhluk.

Dosa terbesar adalah seorang hamba menjadikan tandingan terhadap Allah, sementara Allah yang menciptakan dan mengurus seorang hamba.

Amalan hati lebih utama daripada amalan fisik.

Bisa jadi 2 orang melakukan amalan yang sama, namun pahalanya berbeda tergantung iman di dalam hati.

Dua org sama-sama salat, namun ada yg salat dengan hati, ada salat hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

Sabar termasuk amalan hati.

Sabar, menurut Ibnul Qayyim terbagi 2. 
1. Sabar ikhtiari, sabar karena pilihannya, seseorang bisa sabar, bisa juga tidak. Contohnya sabar dalam ketaatan, sabar dalam meninggalkan maksiat.

2. Sabar terpaksa. Memang tidak ada pilihan, mau tidak mau harus bersabar. Contohnya sabar menghadapi takdir Allah.

Menurut Ibnul Qayyim, maksiat akan melemahkan fisik.

Sementara seseorang yang menjaga ketaatan selagi muda, maka akan kuat fisik di masa tua.

Sabarnya orang yang beriman, ada pada sabar yang nomor1.

Manusia akan menghadapi 2 jenis sabar ini.

Dosa kesyirikan adalah dosa yang tidak diampuni, apabila seseorang meninggal di atas kesyirikan tersebut.

Seorang Syekh di Madinah ditanya, bagaimana jika seseorang meninggal dan diketahui dia melakukan dosa syirik kecil.

Syekh menjawab, jika dia diketahui masih salat, maka salatkan dan mohonkan ampunan untuknya.

Pelaku syirik kecil akan dibawah kehendak Allah, apakah Allah mengampuninya atau disiksa sesuai kadar dosanya.

Sedangkan syirik besar tidak akan diampuni.

Nabi menjelaskan dosa terbesar berikutnya adalah membunuh anak karena takut miskin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...