Langsung ke konten utama

Menunggu Waktu Salat

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
05 Desember 2024 / 04 Jumadil Akhir1446
Masjid Al Faruq Banjar

Manusia sangat butuh dosanya ditutupi oleh Allah Ta'ala.

Allah maha menutupi dosa hamba Nya, selama hamba tersebut bertaubat kepada Allah.

Manusia zaman sekarang banyak menganggap dosa besar merupakan hal yang biasa.

Orang yang melazimi dosa besar disebut orang fasik, dicabut keimanan pada dirinya.

Manusia wajib bertaubat setiap hari. Manusia butuh taubat dan ampunan dari Allah.

Diantara hal yang dapat mendatangkan ampunan adalah duduk di masjid sambil menunggu waktu salat.

Amalan seorang hamba tidak memasukkan hamba tersebut ke dalam surga.

Hamba masuk ke dalam surga karena rahmat Allah.

Seorang hamba dianggap sedang salat saat menunggu waktu salat. 

Syaratnya hamba tersebut tetap berada pada tempat salatnya.

Maksud tempat salat disini adalah dalam masjid.

Syarat yang lain adalah hamba tersebut tidak berbuat bid'ah dan tidak melakukan maksiat.

Faidah ustaz Haikal: [Orang yang menggunakan akal pasti akan meninggalkan bid'ah. 

Amalan-amalan orang ahlusunnah pasti jelas, disepakati bahkan oleh diluar ahlusunnah. 

Amalan ahlubid'ah, ada-ada saja polemiknya, ada saja yang meingkarinya.

Maka orang yang menggunakan akal, pasti akan melakukan amalan yang jelas, bukan yang mengandung polemik.]

Orang yang menunggu salat dalam masjid senantiasa di doakan oleh malaikat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta