Langsung ke konten utama

Kemudahan dalam Islam

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
13 Desember 2024 / 12 Jumadil Akhir 1446
Masjid Imam Syafii Banjarmasin

Barang siapa beribadah di bulan Ramadhan, maka dosanya yg telah lalu akan diampuni.

Yang diampuni adalah dosa kecil.

Hadits-hadits mengenai pengampunan dosa yang akan datang, semuanya lemah kecuali hadits puasa arafah.

Seseorang dilarang berlebihan dalam beribadah.

Berlebihan, menurut Ibnu Rajab adalah seseorang melakukan ibadah dalam keadaan kesusah payahan.

Sesungguhnya agama Islam adalah mudah. Mudah dalam syariat dan mudah dalam ibadahnya.

Agama Islam menjadi susah saat seseorang tidak berada dalam sunnah.

Perbuatan bid'ah biasanya menyusahkan.

Islam mudah secara umum. Para ulama menyebutkan, bukan berarti dalam Islam tidak ada kesusahan. 

Contoh puasa, adalah ibadah yang susah, namun masih bisa dilakukan.

Salat malam, susah, namun bisa dilakukan.

Namun kesusahan ini tidak sampai menimbulkan mudarat pada diri seseorang.

Jgn juga, seseorang berlebihan dalam agama.

Berlebihan disini maksudnya adalah ghulu.

Allah itu Maha Lembut dan suka kelembutan.

Seseorang harus lembut dalam berdakwah.

Waktu pagi, petang, dan sebagian malam adalah waktu yang semangat dalam ibadah.

Minta tolong lah kepada Allah dalam beribadah. Ini adalah kesempurnaan tawakkal.

Seseorang terkadang tawakkal hanya saat mencari rezeki, mencari jodoh. Namun kurang tawakkal dalam ibadah.

Misal seseorang saat salat, minta kepada Allah agar khusyuk dalam salatnya.

Kesusahan itu mendatangkan kemudahan.

Saat seseorang kesusahan dalam menjalankan agama ini, pasti ada kemudahannya.

Safar, adalah kondisi susah. Banyak kemudahan untuk orang safar dalam ibadah.

Sakit, kondisi susah. Banyak kemudahan untuk orang sakit.

Kemudahan dalam syariat adalah yang tidak bertentangan dengan nash 

Saat dihadapkan kesusahan dan kemudahan (ruqsoh), hendaknya mengambil kemudahan.

Saat safar, hendaknya ambil jamak qashar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...