Langsung ke konten utama

Mengingkari Kebaikan Suami

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
18 Oktober 2024 / 15 Rabiul Akhir1446
Masjid Imam Syafii Banjarmasin

Faedah hadits nabi. Wanita itu suka melaknat.

Kalau ada suatu hal yang tidak baik pada suaminya, maka dia mengatakan suaminya tidak baik sama sekali.

Laknat adalah kata-kata yang tidak baik. Mencela, berkata kasar.

Pertengkaran diantara wanita lebih banyak daripada diantara laki-laki.

Wanita banyak masuk neraka. Bukan berarti nabi memberikan rasa pesimis kepada para wanita.

Wanita banyak kufur nikmat. Bukan kufur, keluar dari Islam.

Jika wanita banyak bersyukur, maka itu adalah tanda baiknya akal seorang istri.

Nabi ditampakkan neraka, dan yang paling banyak penghuninya adalah wanita.

Sedangkan disurga, tidak ada dalil yang jelas yang menunjukkan siapa yang banyak berada di dalamnya.

Ulama mengatakan perkara banyak wanita ataupun lelaki yang dalam surga bukan sesuatu yang penting untuk dibahas.

Sebagian wanita tidak berani menjawab orang tua. Namun, berani mengangkat suara di depan suami.

Ketika wanita kufur terhadap kebaikan suami, pada hakikatnya dia kufur terhadap nikmat Allah.

Wanita kurang ibadah salah satu sebabnya adalah karena wanita tersebut kurang menunaikan hak suami.

Seorang wanita harus banya bersyukur terhadap nikmat yang diberikan suaminya.

Masalah terbesar dalam rumah tangga adalah jauh dari Allah.

Apapun masalah didalam rumah tangga dapat diselesaikan dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Semua manusia, bahkan nabi, mengalami masalah didalam rumah tangga.

Firman Allah, barangsiapa bertakwa kepada Allah, akan dibukakan jalan keluar dari segala permasalahan dunia.

Cara wanita memuliakan suami, puji suami, menyembunyikan aib suami, hindari banyak keluhan, jgn suka menunda kebaikan.

Tidak mengapa dalam belajar itu bertanya terhadap apa yang tidak diketahui.

Wanita kurang dalam agama karena ada haid. Beda dengan laki-laki.

Faidah hadits. Laki-laki dan wanita adalah berbeda. Ini adalah hukum Allah.

Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga. Jika seseorang berusaha mengubah hal ini maka akan kacau.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...