Langsung ke konten utama

Sepuluh Amalan

Ustaz Baginda Hasan Fahriansyah
29 Agustus 2024 / 24 Shafar 1446
Masjid Imam Syafii Banjarmasin 

Sepuluh amalan yang pahalanya terus mengalir setelah kematian.

Amalan ke-3 menggali sumur atau menyediakan air dengan cara menggali sumur.

Amalan ini adalah amalan yang kedudukannya mulia serta manfaatnya agung.

Karena menyediakan air dengan cara menggali sumur adalah usaha untuk kelangsungan hidup makhluk.

Saking besarnya nikmat air, Allah menantang kaum kufar quraish untuk mendatangkan air.

Segala amalan yang dapat membantu kelangsungan hidup manusia akan mendapatkan pahala yang banyak dari Allah.

Contohnya seperti memberi makan, termasuk menyediakan air.

Bahkan agama menyebutkan ciri-ciri orang baik adalah suka memberi makan kepada manusia.

Contoh lain mengurus anak yatim, juga dijanjikan pahala yang besar, karena ini juga membantu kelangsungan hidup manusia.

Orang yang mengurus anak yatim posisinya akan dekat dengan nabi di surga.

Pahala amalan ke-3 ini, keutamaannya sama dengan amalan ke-1 dan 2.

Saat seorang berbuat baik kepada makhluk lain, baik manusia atau hewan, maka akan mendapatkan pahala dan pengampunan dosa.

Sesunguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapuskan dosa-dosa.

Ada kisah, seorang lelaki yang memberi minum kepada anjing, padahal sumur tersebut bukan miliknya. Allah mengampuni dosa-dosa lelaki tersebut.

Jika lelaki tersebut, hanya memberi air dengan sumur yang bukan miliknya. Maka bagaimana dengan yang mempunyai sumur, tentu pahala dan penghapusan dosanya lebih banyak.

Tidak ada balasan yang paling baik, kecuali balasan di hari kiamat.

Ketika ada amalan yang nabi sebutkan bahwa balasannya ada pada hari kiamat secara khusus, maka seorang muslim patut bergembira dan semangat mengerjakan amalan tersebut.

Amalan ke-4 menanam pohon kurma.

Nabi bersabda, pohon kurma adalah pohon yang paling bermanfaat dan yang paling banyak timbal baliknya untuk manusia.

Saking baiknya pohon kurma, nabi menyerupakan pohon kurma dengan seorang muslim, karena banyak manfaat.

Seorang muslim sejatinya banyak membawa manfaat.

Pohon kurma adalah pohon yang berkah.

Berkah adalah kokohnya kebaikan dan langgeng kebaikannya.

Hampir semua yang ada pada pohon kurma dapat memiliki faedah bagi manusia maupun hewan.

Sisa bagian pada pohon kurma, manusia bisa mengambil manfaat untuk rumah-rumah mereka.

Untuk amalan ini, juga berlaku untuk semua jenis pohon, bukan kurma saja. 

Selama pohon tersebut mendatangkan manfaat untuk manusia.

Hanya saja yang disebut dalam hadits disebut kurma, karena kurma memang mempunyak manfaat yang sangat banyak.

Tidaklah seorang muslim menanam pohon, untuk burung dan manusia makan, maka ini akan menjadi bernilai sedekah baginya.

Amalan ke-5 membangun masjid.

Masjid adalah tempat yang paling Allah cintai.

Memakmurkan masjid termasuk perluasan, renovasi, operasional masjid.

Memakmurkan masjid non fisik, mendirikan salat, membaca salat, dan mengadakan majelis ilmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta