Langsung ke konten utama

Mencintai Nabi

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
16-08-2024 / 11 Shafar 1446
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Tidak sempurna iman seseorang sampai dia mencintai nabi lebih dari apapun.

Bagaimana seorang muslim dengan cara yang benar.

Mencintai nabi dengan 2 cara. 

Cara 1, mencintai di hati.

Cara 2, diwujudkan pada amal perbuatannya.

Cara cinta nabi, mengenali akhlak nabi. Mengenali kesabaran nabi dari berbagai ujian.

Mengetahui akhlak nabi dapat menumbuhkan cinta.

Mengenali jasa-jasa nabi terhadap umat Islam.

Taat terhadap perintah nabi dan mengikuti nabi (mengamalkan sunnah sunnah).

Banyak memuji nabi dengan bersalawat kepada nabi, bukti cinta kepada nabi.

Meninggalkan larangan dari nabi. Bukti cinta.

Membenarkan apa yang diucapkan nabi. Bukti cinta berikutnya.

Cinta nabi berikutnya diwujudkan dengan tidak melakukan bid'ah.

Akal yang benar tidak akan bertentangan dengan dalil.

Jika akal bertentangan dengan dalil, maka akalnya yang tidak benar (keliru).

Abu Bakar Radhiallahu Anhu mengatakan tidak ada 1 sunnah nabi pun yang beliau tinggalkan.

Beliau jg mengatakan jika ada yg kutinggalkan, maka aku takut aku akan tersesat.

Orang yang mencela sunnah nabi, maka orang itu bermasalahan keislamannya.

Orang ini dapat disegerakan hukumannya di dunia.

Orang beriman, begitu datang ketetapan Allah dan rasulnya, maka tidak ada pilihan baginya kecuali mentaatinya.

Mencintai nabi, hukumnya wajib bagi seorang muslim.

Jika ada manusia lebih cinta kepada anak atau istrinya, maka manusia itu sedang bermaksiat.

Mencintai nabi adalah bagian dari iman, merupakan amalan hati.

Amalan hati adalah amalan yang paling mudah disembunyikan.

Orang yang suka menyembunyikan amal salih, indikasi akan dimatikan dalam keadaan khusnul khatimah.

Iman yang benar harus ada bekasnya. Contohnya menjaga salat 5 waktu, menjauhi maksiat.

Wajib menolong sunnah nabi sesuai dengan kemampuan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Hidayah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc 11 Desember 2022 / 18 Jumadil Awal 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Abu Thalib, paman nabi, masuk neraka paling ringan karena syafa'at nabi. Yang maksum hanya nabi, selain nabi, bahkan keluarga nabi tidak maksum, ada yg beriman ada yg tidak. Alasan mempertahankan budaya, dapat menghalangi dari menerima syariat. Budaya tidak mengapa dilestarikan selama tidak bertentangan dengan syariat. Nabi, makhluk paling mulia, tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau. Hidayah terbagi 2: 1. Hidayah taufik, seorang hamba menerima kebenaran. Contoh: yang kafir menjadi mukmin, yang maksiat menjadi taubat. Hidayah taufik ini hanya milik Allah. 2. Hidayah irsyad, atau hidayah bayan. Hidayah yang berupa menjelaskan, seperti ustadz menjelaskan materi ilmu agama. Misal ada seseorang paham terhadap ilmu agama, dipahamkan ustadz. Ini adalah hidayah irsyad.  Namun, apakah orang tersebut dapat mudah mengamalkan ilmu yang didapat. Ini adalah hidayah taufik. Sebaik-...