Langsung ke konten utama

3 Wasiat Nabi

Ustaz Abu Yusuf Akhmad Ja'far
03 Agustus 2024 / 28 Muharram 1446
Masjid Imam Syafii

Wasiat 1. Jika kalian salat, maka salatlah seperti kalian akan meninggal dunia.

Ini merupakan wasiat yang sangat penting.

Keistimewaan nabi, perkataan nabi ringkas namun banyak makna.

Untuk bisa khusyuk dalam salat itu tidak mudah.

Salat adalah hal pertama yang di hisab oleh Allah pada hari kiamat.

Jika salat hamba baik, maka proses berikutnya di hari kiamat akan lebih mudah.

Salat akan membawa bekas di dalam hati jika dilakukan dengan khusyuk.

Banyak orang salat, namun masih maksiat. Ini adalah tanda salat seorang tidak membekas dalam hati. 

Hal ini bisa disebabkan salat seorang tidak khusyuk.

2 sifat tanda salat tidak khusyuk adalah suka mengeluh dan pelit.

Salat adalah identitas seorang muslim.

Ulama berselisih tentang orang yang tidak salat, apakah kafir atau tidak.

Salat bagi seorang muslim adalah ketenangan.

Hati gelisah saat belum salat adalah tanda keimanan.

Salat adalah pembuka pintu rezeki.

Allah tidak butuh salat seorang hamba melainkan hamba lah yang membutuhkan salat.

Wasiat 2. Jangan bicara tentang sesuatu yang besok harus minta maaf.

Artinya jangan banyak berbicara. Berkata baik atau diam.

Ujian yang sangat berat adalah menjaga lisan dan menjaga kemaluan.

Wasiat 3. Dan berputus asa lah dari apa-apa yang ada pada manusia.

Wajib berharap kepada Allah.

Barangsiapa berharap kepada manusia maka akan kecewa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta