Langsung ke konten utama

Bait ke-38

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
09-02-2024 / 30 Rajab 1445
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Kaidah dalam suatu perintah yang dirasa berat jika dikerjakan semua.

Pada asalnya semua perintah Allah wajib untuk dikerjakan.

Para ulama membagi perintah menjadi 3 macam.

1. Perintah yang tidak bisa dihilangkan, seperti ibadah salat. Ibadah salat tidak bisa digugurkan meskipun sakit.

Ulama berbeda pendapat, bagi orang sakit yang hanya bisa matanya saja yang terbuka, semua anggota badannya lumpuh. 

2. Perintah yg tidak bisa dikerjakan dan perintahnya gugur. Contoh puasa. Orang sakit yang tidak bisa puasa, maka tidak wajib dia puasa, gugur kewajiban puasanya.

3. Perintah yg tengah-tengah antara jenis 1 dan 2 diatas, antara gugur kewajiban dan masih wajib. Contoh orang luka yg lukanya akan tambah parah jika kena air, apakah masih wajib wudhu, atau gugur wudhunya diganti menjadi tayamum. 

Hal ini khilaf dikalangan ulama. Ada yg mhukumi tetap wudhu, bagian yang luka ckup diusap sebisanya. Ada yg mehukumi orang ini tidak bisa wudhu mka diganti tayamum.

Kaidah segala sesuatu yang diizinkan dalam syariat, namun menimbulkan mudhorot utk orang lain, maka tidak wajib mengganti.

Contoh, orang gali sumur ditanah dia sendiri. Kemudian ada orang lain jalan, masuk ke dalam sumur dan meninggal. Maka orang yg gali sumur tidak dikenai hukum.

Padahal pada asalnya mbunuh, meskipun tidak sengaja, dikenai hukum. Tapi dalam contoh diatas si penggali sumur tidak dikenai hukum karena menggali sumur di tanah sendiri adalah hal yg diizinkan dalam syariat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...