Langsung ke konten utama

Jamak Qashar

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
21-12-2023 / 09 Jumadil Akhir 1445
Masjid Al Faruq Banjar

Ada pendapat dalam mazhab hambali jamak qashar hanya 4 hari.

Ulama khilaf, berapa hari jamak dan qashar.

Ulama sepakat, orang yang tidak diketahui berapa hari tinggal, boleh jamak qashar, meskipun lama sekian hari.

Ulama sepakat, 2-3 hari boleh jamak qashar.

Yang jadi beda pendapat adalah diatas 3.

Lebih dari 10 pendapat mengenai hal ini. Pada kesempatan ini, akan disebutkan beberapa pendapat.

Mazhab hambali, jika lebih dari 4 hari, maka sempurnakan solat (tidak qashar lagi). 

Hal ini berdasarkan hadits saat nabi melaksanakan haji.

Nabi saat masih 4 hari haji, dimekkah, jamak qashar, setelah itu nabi menyempurnakan.

Namun, pendapat ini kurang kuat. Hal ini dibantah dalil, saat nabi menaklukan mekkah, nabi 19 hari menjamak dan menqashar.

Mazhab hanafi, jika lebih dari 15 hari, maka sempurnakan solat.

Pendapat sahabat Abdullah bin Abbas. Seorang musafir, boleh jamak qashar selama 19 hari. Dan perbuatan ini dilazimi dikalangan para sahabat.

Ustaz Haikal lebih condong pada pendapat sahabat Abdullah bin Abbas.

Imam Malik membawakan dalam kitab Muwatha, salat di penjara.

Hukum salat dipenjara adalah salat mukim (tidak jamak qashar), jika penjaranya adalah dikota asalnya. Kecuali penjaranya jauh, dan dianggap safar.

BAB BARU

Umar bin Khatab saat tiba di Mekkah, salat 2 rakaat (qashar).

Umar kota asalnya adalah Mekkah, namun Umar hijrah ke Madinah.

Maka tempat tinggal Umar adalah Madinah. Dan seseorang jika sudah hijrah, tidak boleh pindah kembali, meskipun tempat asalnya telah berubah.

Nabi setelah hijrah ke Madinah, tidak kembali lagi menetap di Mekkah, meskipun Mekkah telah ditaklukan.

Seorang mukim yang menjadi imam, musafir yang berada dibelakangnya, harus mengikuti imam (jumlah rakaatnya).

Orang mukim lebih utama untuk menjadi imam.

Jika seorang musafir jadi imam (2 rakaat), orang mukim yang berada dibelakangnya menyempurnakan sendiri.

Hendaknya seorang imam musafir jika ingin solat menyingkat (qashar), maka imam memberi tahu makmum. Dan hal ini adalah sunnah.

Ada beberapa permasalahan solat berjamaah campur antara orang mukim dan safar.
1. Dapat berbeda niat. Musafir belum solat magrib, imam mukim solat isya. Maka tunggu imam salam, dan salam bersama imam, tidak boleh salam duluan.

2. Makmum salam setelah 2 rakaat, sementara imam mukim masih melanjutkan solat 4 rakaat. Hal ini tidak boleh. Makmum harus mengikuti imam.

3. Musafir solat dibelakang imam mukim yang sedang salat sunnah, salat tarawih misalnya, sementara musafir belum salat isya. Maka boleh berbeda niat, musafir salat isya, imam mukim salat tarawih 2 rakaat.

4. Jika musafir masbuk berimam kepada imam mukim, maka harus sempurnakan seperti jumlah rakaat imam mukim.

Didalam salat tidak ada gerakan yang kosong dengan bacaan, isi dengan doa dan bacaan alquran.

5. Jika imam musafir (qashar), makmum mukim, maka makmum mukim menyempurnakan. Setelah imam musafir salam, makmum mukim menyempurnakan masing-masing.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...