Langsung ke konten utama

Tindak Pidana

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
11 Juli 2023 / 23 Dzulhijjah 1444 
Masjid As Salam Samsat

Hukuman dalam Islam diputuskan oleh hakim.

Bersumpah hanya untuk perkara yang besar.

Mencuri tidak hanya berlaku untuk orang miskin, orang kaya pun bisa mencuri.

Seperti halnya berzina, orang sudah bersuami istri pun bisa berzina.

Orang yang mencuri dipotong pergelangan tangannya. Hal ini bahkan sudah ada sejak syariat sebelumnya (Ahlul kitab).

Tiga orang (pencuri) yang tidak dipotong tangannya.
1. Orang yg dititipi harta namun berkhianat.
2. Orang yg merampas harta, diambil secara terang-terangan (perampok).
3. Orang yg mengambil harta dengan kecepatan tangan (pencopet).

Hukuman untuk 3 golongan diatas tergantung putusan hakim.

Putusan hakim bisa lebih berat, atau lebih ringan daripada potong tangan. 

Namun dapat juga putusan hakim potong tangan. Tergantung pertimbangan hakim.

Pencuri buah tidak dikenai potong tangan.

Buah yang diambil karena lapar, dan buah yang diambil ada pada tanah yang tidak dipagari/dijaga.

Buahnya tidak boleh dibawa pulang, hanya dalam rangka lapar. Kalau bisa membawa pulang berarti belum lapar.

Demikian juga buah jatuh, boleh dimakan kalau lapar dan pohonnya tidak dipagar/dijaga. Buahnya tidak boleh dibawa pulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta