Langsung ke konten utama

Wahyu

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
19 Rajab 1444 / 09 Februari 2023
Masjid Al Faruq Banjar 

Wahyu datang kepada nabi, bisa seperti bunyi lonceng, bisa seperti lebah.

Dalam hal ini, mungkin saja diartikan wahyu datang seperti bunyi lebah saat didengar orang. Namun seperti bunyi lonceng bagi nabi.

Nabi menyerupakan kepada lonceng, maksudnya suaranya sangat jelas. Kemudian tidak mesti penyerupaan kepada sesuatu yang haram itu tidak boleh.

Namun tetap lonceng, terompet diharamkan didalam islam.

Kalau ada jam, atau nada dering seperti suara lonceng, tetap diharamkan.

Kalau wahyu datang seperti suara lonceng, maka ini adalah yang paling keras bagi nabi.

Jibril bisa juga datang dalam bentuk manusia.

Seorang mukmin mati dalam keadaan dahinya berkeringat, ini merupakan bentuk penghapusan dosa.

Nabi saat wahyu turun pun berkeringat dahinya karena beratnya wahyu yang turun.

Seorang muslim bersaudara, baik kaya miskin.

Nabi shalallahu alaihi wassalam maksum dari perkara agama (perkara menyampaikan agama).

Nabi shalallahu alaihi wassalam maksum dari dusta, terjaga dari kekufurandan kesyirikan, terjaga dari dosa besar.

Para nabi tidak maksum dari dosa kecil, namun setiap kesalahan langsung ditegur oleh Allah.

Nabi juga tidak maksum persoalan dunia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...