Ustadz Khairullah Anwar Luthfi, Lc
14 Rajab 1444 / 04 Februari 2023
Masjid Al Faruq Banjar
Mereka menjadikan orang-orang alim mereka sebagai Tuhan selain Allah Ta'ala, dan mereka menyekutukan al masih putra Maryam.
Orang yahudi dan nasrani menjadikan orang salih diantara mereka sebagai Tuhan.
Mereka menjadikan orang salih tersebut tidak disembah langsung, namun membuat syariat untuk mereka.
Menghalalkan yang Allah haramkan atau mengharamkan yang Allah halalkan.
Padahal membuat syariat itu adalah hanya hak Allah, keistimewaan Allah.
Sama halnya dengan taklik buta kepada seseorang. Hal ini terlarang, karena manusia bisa keliru, yang maksum hanya para nabi.
Almasih Nabi Isa berbeda dengan Almasih dajjal.
Almasih dajjal maksudnya yang terhapus matanya.
Almasih Nabi Isa maksudnya adalah yang menghapuskan/menyembuhkan.
Imam Malik mengatakan, perkataan siapapun dapat ditolak dan diterima, kecuali perkataan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
Namun, bukan berarti kita sebagai muslim tidak memperhatikan perkataan para ulama, karena perkataan ulama sebagian besar merujuk kepada firman dan sabda.
Yang terlarang adalah menghalalkan yang Allah haramkan atau mengharamkan yang Allah halalkan.
Diantara makna tauhid adalah mentaati Allah dalam penghalalan dan pengharaman.
Barangsiapa menjadikan makhluk dalam pembuatan syariat, penghalalan dan pengharaman, maka dia telah menjadikan sekutu bagi Allah.
Komentar
Posting Komentar