Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
27 Rajab 1444 / 17 Februari 2023
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin
Sirath sangat penjang karena membentang di atas neraka.
Sirath ada pengaitnya, mengait sesuatu yang tidak bercahaya. Orang muslim bercahaya, maka tidak terkena pengait.
Sirath selain panjang, tajam, juga licin.
Tidak mungkin orang melewati sirath kecuali dengan rahmat Allah Ta'ala.
Orang kafir yang jelas kekafirannya tidak melewati sirath, langsung masuk ke neraka.
Orang muslim yang hatinya kafir, atau orang munafik, mereka melewati sirath.
Orang munafik senang mendapatkan cahaya, karena tidak akan dikait, namun saat melewati sirath cahayanya mati, sehingga terkena pengait.
Kelompok yang pertama kali selamat melewati sirath, wajahnya seperti bulan purnama.
Kadar cahaya orang mukmin saat melewati sirath sesuai dengan amalannya.
Ada yang terang sekali, ada juga cahaya sebesar ibu jari, kadang menyala kadang redup. Saat cahaya mati, seseorang terjatuh, saat menyala dia bisa bangkit lagi.
Kecepatan orang saat melewati sirath juga beragam. Ada yang secepat kilat, dan ada yang lebih lambat bahkan sampai merangkak-rangkak.
Kecepatan melewati sirath juga tergantung amalan seseorang.
Orang yang pertama melewati sirath adalah nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
Keadaan melewati sirath tidak ada yang bisa berbicara, kecuali para rasul yang sambil melewati dapat berdoa utk keselamatan umatnya.
Ada 3 golongan yang dapat melewati sirath
1. Tanpa luka
2. Berdarah-darah
3. Terjungkal dahulu ke neraka jahanam
Setelah selesai melewati sirath baru kaum mukmini dapat berbicara, mereka sangat bahagia.
Kaum muktazilah mengingkari sirath.
Setelah melewati sirath ada yang namanya qantarah.
Secara bahasa, qantarah artinya jembatan.
Qantarah adalah jembatan tersendiri selain sirath.
Pada qantarah terjadi qisash antara kaum mukminin.
Ketika mereka saling memaafkan, baru mereka masuk ke surga.
Qantarah letaknya antara surga dan neraka, berbeda dengan sirath yang berada di atas neraka.
Sebagian ulama menafsirkan qisash pada qantarah adalah qisash dosa kecil bukan dosa besar.
Sebagian ulama berpendapat, dan ini insya Allah yang mendekati kebenaran, qisash pada qantarah adalah qisash kezaliman yang sama-sama dilakukan.
Komentar
Posting Komentar