Langsung ke konten utama

Hasad

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA
16 Rajab 1444 / 06 Februari 2023
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Tidak ada jasad yang selamat dari hasad. Namun, orang yang buruk akan muncul hasadnya dan orang yang baik dapat menahannya.

Kalau tidak memunculkan, lisan buruk, atau pandangan sinis ataupun ekspresi wajah maka belum termasuk hasad.

Bahkan jika sifat hasad itu tidak ditampakkan, maka dapat bernilai ibadah.

Disebut hasad, apabila ketidak sukaan tersebut ditampakkan, baik secara lisan, bahkan dengan ekpresi wajah.

Tips menghindari hasad adalah dengan memuji orang yang tidak disukai dihadapan orang lain.

Hasad biasanya terjadi kepada teman yang sama profesi.

Dapat juga memberikan hadiah kepada orang yang tidak disukai tadi.

Tips berikutnya adalah lebih mengenal orang yang tidak disukai tadi. Dengan lebih mengenal, ada kemungkinan kebencian akan hilang.

Menurut imam Ghazali, hasad adalah penyakit yang berat bagi hati.

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan kecuali dengan ilmu dan mengamalkan ilmu tersebut.

Ilmu yang harus diketahui dalam menghadapi penyakit hasad adalah penyakit hati ini hanya akan mendatangkan kemudhoratan.

Tips menghadapi penyakit hasad berikutnya adalah dengan merenungkan, jika kita mndapatkan nikmat yang kita irikan, maka belum tentu bisa lebih bersyukur.

Kemudian juga dapat merenungkan, nikmat beragama lebih utama daripada nikmat dunia.

Kemudian, yang paling utama adalah senantiasa berdoa kepada Allah agar terhindar dari penyakit hasad.

Sering membaca surah al falaq dan an nas, bisa dibaca sebelum tidur, setelah solat, zikir pagi dan petang.

Orang yang paling kuat adalah orang yang sanggup menahan diri saat marah. Dan ini merupakan akhlak mulia.

Marah merupakan watak manusia.

Tidak melampiaskan marah, termasuk ibadah.

Orang yang mampu meredam amarah, dijanjikan surga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...