Langsung ke konten utama

Pemimpin Yang Adil

Ustadz Khairullah Anwar Luthfi, Lc
20 Jumadil Akhir 1444 / 12 Januari 2023
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin 

7 orang yang mendapat naungan pada hari kiamat
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan
3. Laki-laki yang hatinya terpaut masjid
4. Dua laki-laki yang saling mencintai karena Allah
5. Laki-laki yang diajak berzina oleh perempuan, kemudian menolaknya dan mengatakan saya takut karena Allah
6. Orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi 
7. Orang yang menyepi dan berzikir, kemudian menangis.

7 golongan diatas tidak mutlak merupakan pembatasan. Ada golongan yang lain di dalil yang lain.

Begitu panasnya pada hari kiamat, sehingga ada dalil keutaman naungan.

Karena pada hari kiamat, matahari didekatkan sejarak 1 mil. 1 mil disini adalah perkara gaib, tidak bisa diukur skg tepatnya berapa.

Penyebab panas yang lain adalah banyaknya manusia yang berkumpul pada hari itu.

Penyebab panas berikutnya juga berasal dari nafas kebanyakan manusia.

Penyebab panas berikutnya adalah neraka jahanam.

Imam yang adil adalah orang yang memiliki wilayah kekuasaan, pemimpin kaum muslimin.

Imbas pemimpin yang adil berpengaruh terhadap rakyatnya.

Pemimpin yang adil, membuat keadaan aman dan tentram, bahkan untuk kaum yang lemah, dan dlm urusan duniawi.

Pemimpin yang adil, melakukan keadilan terhadap semua yang dipimpinnya. 

Seorang ustadz atau guru juga dapat berbuat adil terhadap semua muridnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta