Langsung ke konten utama

Kondisi Dibangkitkan

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
06 Januari 2023 / 14 Jumadil Akhir 1444
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Kondisi dibangkitkan pada hari kiamat yang berbeda, diantaranya.

Orang ahli puasa, para muadzin, orang yang menjaga wudhu, orang yang suka membantu orang lain (memberikan solusi).

Membantu orang lain, tidak selalu berkenaan dengan harta.

Semua manusia dikumpulkan di padang mahsyar.

Binatang pun akan dikumpulkan pada hari kiamat kelak.

Pada padang mahsyar, matahari didekatkan dalam jarak 1 mil. Yang jelas jarak matahari sangat dekat.

Padang mahsyar tidak ada gunung, ataupun lembah.

Syafa'at pada hari kiamat sangat dibutuhkan.

Syafa'at secara umum ada 3 syarat
1. Pemberi syafa'at diridhoi oleh Allah Ta'ala.
2. Yang menerima syafa'at juga diridhoi oleh Allah Ta'ala.
3. Mendapatkan izin Allah untuk memberikan syafa'at.

Abu Thalib mendapatkan syafa'at khusus dari nabi shalallahu alaihi wassalam. Diringankan siksanya di neraka.

Diantara hikmah menurut para ulama bahwa Abu Thalib tidak dijadikan masuk islam, agar kaum Quraish segan terhadap nabi shalallahu alaihi wassalam.

Hamba yang dapat memberi syafa'at adalah orang yang dimuliakan oleh Allah Ta'ala.

Makhluk yang dapat memberi syafa'at.
1. Para malaikat.
2. Para nabi.
3. Orang-orang beriman.

Orang beriman dapat memberi syafa'at kepada orang beriman lainnya.

Orang beriman yang dapat memberi syafa'at, diantaranya adalah 
- orang yang mati syahid, 
- anak-anak orang beriman yang meninggal belum baligh,

Anak yang dimaksud adalah anak yang sudah ditiupkan ruh, meskipun belum keluar ke dunia.

Syafa'at khusus oleh nabi shalallahu alaihi wassalam.
1. Syafa'at agar manusia segera disidang pada hari kiamat.
2. Syafa'at kepada pamannya, Abu Thalib.
3. Syafa'at membuka pintu surga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...