Langsung ke konten utama

Berpakaian

Ustadz Khairullah Anwar Luthfi, Lc
08 Jumadil Awwal 1444 / 01 Desember 2022
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Dalam berpakaian, bersikap pertengahan.

Allah tidak menyukai hal yang berlebihan.

Kebiasaan manusia suka pakaiannya bagus. Namun jangan berlebihan dan jangan disertai kesombongan.

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

Salah satu pemicu kesombongan adalah pakaian.

Pakaian sensasional harap dihindari. Pakaian sensasional tergantung kebiasaan suatu kaum.

Contoh sensasional bisa sangat mahal atau sangat murah.

Dulu gamis di Indonesia sensasional, sekarang biasa. Sensasional tergantung kebiasaan disuatu kaum, suatu waktu.

Hukum pakaian sensasional adalah makruh. Karena dapat memicu orang untuk mengghibahnya.

Pakaian dalam Islam:
1. menutup aurat, 
2. tidak menerawang, 
3. tidak menyerupai warna kulit, 
4. tidak membentuk lekuk tubuh, 
5. tidak menyerupai khas agama tertentu, 
6. tidak menyerupai pakaian wanita (utk laki-laki), 
7. bukan pakaian ahli kefasikan (utk skg, pakaian pelangi), 
8. bukan sutera asli (utk laki-laki)

Keutamaan memakai pakaian dari bahan wol, kebanyakan hadits nya adalah hadits palsu.

Nabi mempunyai pakaian dari berbagai bahan, namun tidak ada keutamaan terhadap bahan pakaian.

Untuk apa fokus terhadap hadits palsu, hadits shahih ribuan banyak.

Motivasi orang membuat hadits palsu, ada kepentingan politik, ada jg untuk menopang keyakinan yang salah.

Dalam keilmiahan penyampaian hadits.
1. Ada riwayat dari sahabat.
2. Ada matan arabnya.
3. Ada penulis haditsnya.

Pakaian yang seakan-akan menampakkan kezuhudan, sehingga berpotensi meremehkan orang lain, atau merasa bangga berlebihan.

Perlihatkan harta (termasuk pakaian), tapi jangan sampai menjadi sombong.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...