Langsung ke konten utama

Amalan Pelunak Kerasnya Hati

Ustadz Baginda Hasan Fahriansyah 
09 Desember 2022 / 16 Jumadil Awal 1444
Masjid Imam Syafii Banjarmasin 

Dampak hati keras, susahnya seseorang untuk taat kepada Allah.

Sehingga tidak boleh hati dibiarkan keras.

Hati sangat membutuhkan perawatan karena hati rentan berbolak balik.

Kerasnya hati salah satunya disebabkan karena suka mengulur waktu dalam mengerjakan ketaatan.

Segala ketaatan secara umum dapat melunakkan hati, terlebih lagi bersegera dalam mengerjakan ketaatan.

Ada 3 amal ibadah secara khusus yang dapat melunakkan hati.

1. Berzikir mengingat Allah Ta'ala. Dapat dilakukan dengan lafadz wirid sesuai tuntunan atau dapat dengan membaca Alquran.

Alquran adalah zikir yang paling utama.

Zikir yang diajarkan nabi sudah sangat banyak, sejak bangun tidur sampai tidur lagi.

Tidak perlu lagi ditambah zikir baru.

Zikir yang diajarkan nabi sudah berat dilaksanakan secara konsisten.

Banyaknya kata Rabb dalam doa, faedahnya agar hamba yang berdoa benar-benar menyadari hamba tsb sedang meminta kepada Allah yang Maha Memberi.

Orang yang aktif berzikir akan membuat hati lunak dan mudah menjalankan ketaatan yang lain.

Alfurqon ayat 30. Doa nabi kepada Allah mengenai pemboikatan terhadap Al-Qur'an.

Bentuk pemboikotan kepada Al-Qur'an bermacam-macam.

Tidak mentadabburinya, tidak membacanya, tidak mengamalkannya.

2. Silaturrahmi. Silaturahmi versi syariat adalah berkunjung ke orang yang ada hubungan keluarga. Yang paling utama dilakukan silaturahmi adalah orang tua.

Tidak masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi dengan sengaja.

Sedekah, infaq kepada keluarga lebih utama daripada yang bukan keluarga.

3. Sering-sering mengingat kematian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta