Langsung ke konten utama

Takbiratul Ihram

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
10 Nopember 2022 / 16 Rabbi'ul Akhir 1444
Masjid Al Faruq Banjar 

Hukum bersedekap setelah takbiratul ihram dalam solat, hukumnya sunnah.

Jika ada orang tidak bersedekap maka tidak mengapa.

Ulama berbeda pendapat, dimana letak tangan.

Pendapat yang benar, bebas meletakan di atas dada, diatas ataupun dibawah pusar.

Karena tidak ada dalil yang sahih tentang letak tangan saat bersedekap.

Dalil yang jelas, cara bersedekap adalah meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri. 

Untuk posisi, tidak ada dalil yang sahih menjelaskannya, maka bebas. Namun tidak miring ke kiri atau ke kanan.

Sifat bersedekap, digenggam atau diletakkan. Ustadz lebih condong digenggam.

Dalam ilmu hadits, kalau ada yg bertentangan, sebisa mungkin digabungkan.

Ulama bersepakat posisi mengangkat tangan di dalam solat yaitu pada posisi takbiratul ihram, rukuk, bangkit dari rukuk.

Ulama berselisih mengangkat tangan pada saat naik (bangkit dari sujud untuk ke rakaat) setiap 2 rakaat. Hadits nya diperselisihkan. Tidak juga disebut lemah.

Hadits paling sahih dalam hal mengangkat tangan dalam solat adalah hadits ibnu umar yakni hanya di 3 posisi seperti diatas. (posisi takbiratul ihram, rukuk, bangkit dari rukuk)

Ada jg pendapat mengangkat tangan tiap posisi turun (rukuk & sujud) dan naik.

Bertakbir dalam solat tidak mesti mengangkat tangan. Sesuatu yang berbeda.

Takbir adalah ucapan Allahuakbar. Mengangkat tangan adalah gerakan.

Takbiratul ihram hukumnya rukun. Meskipun sedang masbuk.

Saat masbuk saat rukuk, maka takbiratul ihram dulu, kemudian langsung rukuk tanpa takbir rukuk.

Takbir rukuk sudah terwakili oleh takbiratul ihram.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...