Langsung ke konten utama

Takbiratul Ihram

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
03 Nopember 2022 / 09 Rabbi'ul Akhir 1444
Masjid Al Faruq Banjar 

Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, terdapat perbedaan pendapat para ahli hadits.

Yang rajih, hukumnya adalah sunnah, mengangkat tangan saat takbiratul ihram.

Dalilnya adalah nabi mengangkat tangan saat takbiratul ihram, namun menjadi sunnah karena tidak pernah disebutkan secara khusus oleh nabi.

Saat takbiratul ihram wajib melafazkan takbir, minimal lidah bergerak.

Ketika takbiratul ilhram, ulama sepakat, tidak boleh tangan itu digenggam.

Ulama berselisih, jari saat takbiratul ihram apakah direnggangkan atau dirapatkan.

Pendapat imam Syafi'i dan imam Ahmad, jari direnggangkan saat takbiratul ihram. Namun hadits² yang dijadikan dalil, semuanya lemah.

Yang rajih, tangan bersikap biasa, tidak secara khusus dirapatkan, tidak juga secara khusus direnggangkan. 

Ini pendapat Abu Hanifah. Karena tidak ada dalil khusus yang sahih untuk mengatur rapat atau renggang.

Posisi tangan (tingginya) saat takbiratul ihram, terdapat perbedaan para ulama.

Pendapat imam Ahmad, Hasan Al Basri, boleh mengangkat tangan sampai ke bahu atau ke daun telinga. Ini pendapat yang rajih.

Untuk wanita, sifat takbiratul ihramnya, terjadi khilaf di kalangan ulama.

Ada pendapat yang mengatakan, sama sifat takbiratul ihram laki dan wanita. 

Karena nabi tidak spesifik menyebut laki atau wanita. Maka berlaku umum. Ini pendapat jumhur ulama.

Sebagian ulama berpendapat wanita mengangkat sampai payudaranya. Berdasarkan hadits riwayat Tabrani, namun haditsnya lemah.

Karena ada wanita yang menjadi rawi. Dalam ilmu hadits semua wanita yang jadi rawi, tidak diketahui kredibilitas periwayatannya. Tidak dikuatkan dan tidak dilemahkan.

Posisi telapak tangan saat takbiratul ihram adalah menghadap kiblat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Hidayah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc 11 Desember 2022 / 18 Jumadil Awal 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Abu Thalib, paman nabi, masuk neraka paling ringan karena syafa'at nabi. Yang maksum hanya nabi, selain nabi, bahkan keluarga nabi tidak maksum, ada yg beriman ada yg tidak. Alasan mempertahankan budaya, dapat menghalangi dari menerima syariat. Budaya tidak mengapa dilestarikan selama tidak bertentangan dengan syariat. Nabi, makhluk paling mulia, tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau. Hidayah terbagi 2: 1. Hidayah taufik, seorang hamba menerima kebenaran. Contoh: yang kafir menjadi mukmin, yang maksiat menjadi taubat. Hidayah taufik ini hanya milik Allah. 2. Hidayah irsyad, atau hidayah bayan. Hidayah yang berupa menjelaskan, seperti ustadz menjelaskan materi ilmu agama. Misal ada seseorang paham terhadap ilmu agama, dipahamkan ustadz. Ini adalah hidayah irsyad.  Namun, apakah orang tersebut dapat mudah mengamalkan ilmu yang didapat. Ini adalah hidayah taufik. Sebaik-...