Langsung ke konten utama

Teori Belajar

Dr. H. Karyono Ibnu Ahmad
01 Oktober 2022
Kampus ULM Banjarmasin

Teori behavioristik, siswa bisa melakukan meskipun tidak tau caranya. Siswa terampil melakukan.

Teori behavioristik cocok untuk pelajaran-pelajaran yang sederhana. Kalau pelajaran yang rumit tidak cocok menggunakan behavioristik.

Teori kognitif, siswa bisa melakukan dengan detil, siswa memahami teori dan cara mengaplikasikan. Kognitif artinya mengetahui.

Teori behavioristik, yang penting bisa. Cepat untuk diaplikasikan. Menghapal, ditanya tidak paham tidak mengapa.

Teori behavioristik, mengarah ke perubahan tingkah laku.

Pada pendidikan formal seringkali menggunakan teori kognitif dalam pembelajaran.

Teori kognitif, ada 3 yang terkenal dari ahli, yaitu
1. Teori Piaget
2. Teori Bruner
3. Teori Ausebel

Teori Bruner, pendekatannya:
1. Enactive, contoh: barangnya dipraktekan di depan kelas.
2. Ikonik, contoh: tiruannya yang dibawa, misalnya mengajari gajah, gajahnya tidak harus dibawa ke depan kelas, maka tunjukkan gambar/video gajah.
3. Simbolik, contoh: menceritakan tentang gajah, membaca buku tentang gajah.

Teori Ausebel, menerapkan tahapan-tahapan dari awal sampai akhir. Tahapan yang dilakukan rinci dan detil atau disebut advance organizer, dicoba berkali-kali.

Pengaplikasian teori kognitif harus 3 macam, sedangkan behavioristik 1 macam saja tidak mengapa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta