Langsung ke konten utama

Siwak

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc
27 Oktober 2022 / 02 Rabbi'ul Akhir 1444
Masjid Al Faruq Banjar

Bersiwak tempatnya sebelum wudhu.

Bersiwak dengan tangan, haditsnya lemah. Bersiwak dengan tangan tidak dianggap bersiwak.

Bersiwak dapat menggunakan kayu atau sikat gigi.

Bersiwak dengan kayu lebih baik daripada sikat gigi.

Tidak disunnahkan membaca bismillah diwaktu bersiwak.

Tidak disunnahkan bersiwak sebelum mandi junub.

Disunnahkan bersiwak sebelum wudhu, namun tidak untuk tayammum.

Cara bersiwak yang benar secara vertikal.

Tidak disunnahkan bersiwak saat iqomah. Karena harus bersegera mengikuti imam.

Bersiwak sebelum solat bukan dalam rangka membuang kotoran, namun dalam rangka wangi-wangian. Makanya tidak tercela bersiwak didalam masjid.

Boleh bersiwak dengan tangan kanan, namun boleh juga dengan tangan kiri.

Jika menganggap siwak itu ibadah, maka boleh gunakan tangan kanan.

Jika siwak dalam rangka membuang kotoran, maka boleh menggunakan tangan kiri.

Tidak mengapa bersiwak dilihat oleh orang lain, karena nabi pernah bersiwak dihadapan sahabat.

Tidak ada perbedaan disisi Allah, solat orang bersiwak dengan tidak bersiwak. Pahala solatnya sama. 

Namun, orang bersiwak mendapat pahala siwak, sedangkan pahala solatnya sama.

Bersiwak saat puasa tidak mengapa.

Bau mulut orang berpuasa berasal dari lambung yang tidak ada makanan.

Bersiwak itu sampai hilang bau mulut atau kotoran hilang.

Meletakkan siwak dimana saja boleh yang dirasa mudah, tidak ada tempat khusus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...