Prof. Dr. Wahyu
01 Oktober 2022
Kampus ULM Banjarmasin
Penelitian fungsinya untuk memahami fenomena, peristiwa ataupun gejala. Penelitian harus berdasarkan fakta.
Penelitian juga berfungsi sebagai kegiatan membuktikan antara teori dengan kenyataan.
Kuantitatif berhubungan dengan statistik dan instrumen.
Penelitian juga dapat berfungsi untuk menemukan pengetahuan. Menemukan disini dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dahulu pernah dikerjakan, namun sudah ditinggalkan.
Kebijakan prodi administrasi pendidikan, kuantitatif minimal 3 variabel, kualitatif minimal 2 situs (tempat).
Salah satu fungsi penelitian adalah memilih dan mengukur.
Penelitian S2 tidak boleh deskriptif atau menggambarkan. Penelitian S2 paling tidak adalah membandingkan (komparatif) satu atau lebih variabel mandiri pada dua atau lebih populasi. Contoh: perbandingan motivasi belajar, prestasi belajar, dan tingkat disiplin antara siswa perkotaan dan pedesaan.
Judul asosiatif (simetris) biasanya diawali dengan kata hubungan. Contoh:
- Hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, iklim kerja dengan prestasi belajar siswa.
- Hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kesuksesan sekolah.
Judul asosiatif (kausal) biasanya diawali dengan kata pengaruh. Contoh:
- Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dan iklim kerja sekolah.
Judul asosiatif recipokal (bolak-balik).
- Hubungan prestasi belajar dengan motivasi belajar. Maksudnya prestasi belajar baik biasanya diawali dengan motivasi belajar yang baik dan sebaliknya.
Alur berpikir dalam mendudukan masalah (latar belakang):
1. Mengemukakan gagasan (sifatnya pribadi) atau kondisi ideal yang lumrah diketahui masyarakat.
2. Setelah gagasan pribadi diungkapkan, dukung gagasan diatas dengan pendapat para ahli atau peraturan.
3. Melihat ke lapangan dan menemukan masalah (ada kesenjangan antara harapan dengan kenyataan). Harapan disini adalah kondisi ideal.
4. Membuat hipotesa, kesimpulan sementara, mengemukakan masalah dan pemecahannya berdasarkan teori di alur nomor 2.
5. Memaparkan dampak jika masalah diatas tidak segera dipecahkan.
6. Memaparkan novelty, menyatakan bahwa penelitian ini sebelumnya sudah ada dilakukan namun pada penelitian ini fokus penelitian adalah pada bidang ini ataupun itu.
Latar belakang bukan alasan memilih judul, maka tidak perlu menulis judul pada latar belakang.
Judul sifatnya tentatif, bahkan dapat berubah saat sidang, namun masalah harus jelas.
Penelitian, pada umumnya ada 3 pendekatan:
1. Kuantitatif
2. Kualitatif
3. Kombinasi (mix methods)
Pendekatan kuantitatif harus jelas dan terukur, dari penentuan masalah hingga penyelesaian (hasilnya).
Latihan membuat judul:
- Peralatan praktik, laboratorium, dan kerja sama industri di SMKN se Banjarmasin (deskriptif)
- Perbandingan kelengkapan peralatan praktik, laboratorium, dan kerja sama industri antara SMK Negeri dan swasta di Banjarmasin (Komparatif)
- Hubungan kelengkapan peralatan praktik, laboratorium dan kerja sama industri dengan prestasi belajar di SMKN kota Banjarmasin. (simetris)
- Pengaruh kelengkapan peralatan praktik, laboratorium dan kerja sama industri di SMKN 3 Banjarmasin terhadap keterserapan lulusan di dunia kerja. (kausal)
- Hubungan prestasi belajar dengan kelengkapan peralatan praktik di SMKN 3 Banjarmasin. (recipokal)
Komentar
Posting Komentar