Langsung ke konten utama

Metode Penelitian

Prof. Dr. Wahyu
03 Desember 2022
Kampus ULM Banjarmasin

Kuliah -> konsep umum.

Kuantitatif -> menjelaskan hubungan antar variabel -> Kerangka berpikir untuk penelitian kuantitatif.

Kerangka berpikir tidak perlu lagi mengutip teori, tapi dari bahasa si peneliti.

Kesimpulan dari kerangka berpikir adalah hipotesis.

Kerangka berpikir + hipotesis, minimal 2 halaman.

Hipotesis cukup 2-3 baris saja.

Kualitatif -> kerangka berpikir lebih ke tahap-tahap proses penelitian sampai pada kesimpulan yang diharapkan.
Contoh: Pendidikan karakter sopan santun penting diberikan kepada anak PAUD, karena anak PAUD aset masa depan. Sopan santun dapat menjadi bekal anak tersebut di masa depan. Namun pendidikan karakter belum diberikan dengan baik pada PAUD, terbukti dengan guru. 
Dikaitkan dengan teori pendidikan karakter.

Pada proposal kuantitatif harus sudah disebutkan instrumen, populasi dan sampelnya.

Pada kualitatif tidak ada populasi dan sampel, adanya disebut informan.

Pada proposal kualitatif, informan boleh belum ditentukan.

Slide terakhir 225.

Prof. Dr. Wahyu
26 Nopember 2022
Kampus ULM Banjarmasin

Teori adalah pengembangan dari rumusan masalah.

Kalau di kuantitatif, teori merujuk kepada variabel. Contoh: Hubungan kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerja, kinerja guru, dan mutu lulusan. Maka teorinya tentang kepemimpinan, iklim kerja, kinerja guru, mutu lulusan.

Dalam penelitian tesis, diharapkan menyisipkan jurnal-jurnal dosen di kampus (yang relevan).

Banyak membaca buku dapat membantu dalam menulis. Pelajari bagiamana orang menuangkan gagasannya.

Teori harus merujuk ke fokus. (kualitatif)

Pada kuantitatif, jumlah teori tergantung jumlah variabel.

Pada kualitatif, teori lebih banyak pada situasi sosial (cakupan cenderung luas). Sangat situasional, menyesuaikan keadaan sosial yang dikaji.

Saat mengutip teori-teori ahli atau teori relevan, lakukan perbandingan, ada narasi diskusi dari peneliti (kelebihan kekurangan dan kesamaan masing-masing teori) kemudian disimpulkan.

Saat meneliti:
1. Sesuaikan dengan kemampuan
2. Ada teori
3. Data bisa dikumpulkan

Novelty usahakan jangan sepenuhnya tempat.

Kuantitatif -> menguji hipotesis.

Kualitatif -> memunculkan hipotesis.

Pada bab 2, kuantitatif ada hipotesis, sedangkan kualitatif tidak ada hipotesis.

Pada kuantitatif, kerangka berfikir yang baik adalah bagaimana menjelaskan keterkaitan antar variabel.

Hipotesis diturunkan dari teori.

Materi terakhir: Kerangka berpikir dan hipotesis.

Dr. Mariatul Kiftiah, M.Pd
19 Nopember 2022
Kampus ULM Banjarmasin

Pada penelitian kualitatif pada S2 Adm Pendidikan diwajibkan minimal 2 situs.

Ada yang menyebut Landasan Teori, ada juga yang menyebut Kajian Pustaka, atau Kajian Teori. Untuk S2 Adm Pendidikan ULM, silahkan lihat panduan penyusunan tesis.

Kajian teori harus bisa di uji. Teori harus sesuai dengan variabel yang ingin dikaji.

Teori dapat digunakan untuk analisis peneliti dalam pembahasan.

Teori yang digunakan harus teori terbaru. Tidak boleh teori lama yang sudah terganti. Maksimal 5 tahun kebelakang.

Usahakan mengutip, melihat bukunya langsung, bukan berupa kutipan dari kutipan peneliti lain.

Pada kajian pustaka boleh diambil dari buku maupun jurnal (nasional atau internasional).

Pada jurnal biasanya penulis jurnal menyarankan sesuatu untuk diteliti berikutnya. Maka diharapkan para mahasiswa sering membaca/mencari jurnal.

Landasan teori, 40% jurnal, 60% buku/literatur.

Jangan sampai lebih banyak kajian teori daripada pembahasan. Paling tidak 50 50.

Kajian teori dari produk pemerintah dapat dimasukan asal relevan dan yang paling baru.

Buku lama tapi cetakan baru dapat digunakan ke kajian teori (yang terbaru).

Kajian teori boleh ditambahkan sintesa dari peneliti, namun secara keseluruhan, tidak dibahas per variabel.

Kata "Sedangkan" hindari sebagai pembuka paragraf pada kajian teori.

Sebaiknya buku atau referensi pada kajian teori harus punya secara utuh, baik hard ataupun softcopy nya.

Pembahasan berikutnya Deskripsi Teori.

Prof. Dr. Wahyu
12 Nopember 2022
Kampus ULM Banjarmasin

Variabel lazimnya ada pada pendekatan kuantitatif.

Pada kualitatif seringkali disebut faktor-faktor.

Variabel independen: variabel bebas, yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variabel dependen.

Variabel dependen (terikat): variabel output/kriteria/konsekuen, menjadi akibat dari variabel independen.

contoh:
Motivasi belajar (variabel independen) -> Prestasi belajar (variabel dependen)

Variabel moderator: variabel yang dapat memperkuat dan melemahkan variabel dependen dan independen.

contoh:
Motivasi belajar (variabel independen) -> Prestasi belajar (variabel dependen) ->
Peran guru (variabel moderator)

Peran guru dapat memperkuat motivasi dan prestasi belajar, namun dapat juga melemahkan. Maka peran guru adalah variabel moderator.

Variabel intervening: variabel ini mempengaruhi variabel dependen dan independen, namun sulit untuk diukur.

contoh:

Variabel kontrol: Variabel kontrol sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan penelitian yang bersifat membanding.
contoh: 



Prof. Dr. Wahyu
05 Nopember 2022
Kampus ULM Banjarmasin

Pada landasan teori ditambahkan penelitian pendahuluan atau penelitian lain yang relevan.

Jangan menggunakan judul metodologi penelitian dalam penulisan penelitian, namun gunakan metode penelitian.

Tugas berikutnya, membuat proposal. Dikumpulkan saat UAS.

I    PENDAHULUAN
     A. Latar Belakang Masalah
     B.  Identifikasi Masalah
     C.  Batasan Masalah
     D.  Rumusan Masalah
     E.   Tujuan Penelitian
     F.   Kegunaan Penelitian

II    LANDASAN TEORI
      A. Deskripsi Teori
      B. Kerangka Berpikir
      C.  Penelitian Terdahulu
      D. Hipotesis

III   PROSEDUR PENELITIAN
      A. Metode
      B. Populasi dan Sampel
      C. Instrumen Penelitian
      D. Teknik Pengumpulan Data
      E.  Teknik Analisis Data

IV   ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN
      A. Organisasi Penelitian
      B. Jadwal Penelitian

V   BIAYA PENELITIAN

Kuantitatif, hipotesis dibuktikan dilapangan.

Kualitatif, rumusan langsung dijawab dilapangan, tidak melewati hipotesis.

Ada kaitan erat antara masalah dengan rumusan masalah.

Rumusan masalah kualitatif biasanya deskriptif.

Pada kualitatif, ada sumber data.

Pada kuantitatif, ada variabel, responden.

Variabel ada skala/skor.

Prof. Dr. Wahyu
28 Oktober 2022
Zoom

Rumusan masalah beda dengan masalah penelitian.

Masalah penelitian, adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, disimpan di latar belakang.

Rumusan masalah, bersumber dari masalah penelitian, dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya, dan dilakukan verifikasi di lapangan.

Kalau pendekatannya kuantitatif, sumbernya adalah hipotesis.

Kalau pendekatannya kualitatif, rumusan masalah adalah sumbernya.

Antar rumusan masalah tidak untuk dibandingkan. (penelitian deskriptif)

Variabel hanya ada di kuantitatif. Pada kualitatif ada aspek.

Variabel, adalah yang diteliti.

Dari variabel dapat ditarik kesimpulan.

Ada perbedaan antara konsep dengan variabel. Variabel menunjukan adanya nilai variasi.

Contoh: pendidikan adalah konsep. Tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK) adalah variabel.

Batas pembahasan, slide 149.

21 Oktober 2022
Kampus ULM Banjarmasin

TUGAS, Mendudukan masalah, latar belakang, 1 halaman.

Materi pekan depan, rumusan masalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...