Langsung ke konten utama

Lingkup Penelitian

Prof. Dr. Wahyu, MS
24 September 2022
Kampus ULM Banjarmasin

Output: produk atau lulusan setelah ada proses.

Outcome: lulusan yang diserap oleh lapangan pekerjaan.

Kebijakan: keputusan seseorang atau kelompok untuk dilaksanakan.

Judul, sifatnya tentatif, bukan final, tergantung kondisi dilapangan.

Bahkan judul bisa berubah saat sidang.

Yang paling penting adalah mendudukan masalah.

Keuangan bukan faktor utama dalam pendidikan, namun tidak bisa juga dipandang remeh.

Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan, antara teori dan praktek.

Gagasan dalam latar belakang, sebaiknya tidak diulang-ulang, dikemukakan yang baik dan menarik.

KKNI
- Eksternal: tantangan global
- Internal: kesenjangan mutu

Tujuan penelitian: ada beberapa level berdasarkan KKNI.

KKNI ada 9 level.
level 1 SMP
level 2 SMA/SMK
level 3 D1
level 4 D2
level 5 D3
level 6 S1/D4
level 7 Profesi
level 8 S2
level 9 S3

Ukuran kemampuan di KKNI beracuan pada penguasaan pengetahuan, kemampuan kerja.

Level 8, mampu mengembangkan pengetahuan dalam bidang keilmuannya, hingga menghasilkan karya inovatif yang teruji.

Mampu memecahkan permasalahan dalam bidang ilmunya bahkan dalam pendekatan multi ilmu.

Tuntutan revolusi industri 4.0:
- menganalisis masalah
- memecahkan masalah
- kemampuan komunikasi
- kemampuan kolaborasi

Pada penelitian S2, bisa mencakup tentang pembuktian teori, mengembangkan teori, atau menemukan. Menemukan pada S2 lebih ke mengangkat kembali hal yang dahulu pernah diteliti bukan menemukan sesuatu yang baru sama sekali.

Pada penelitian S2, rumusan masalah dan tujuan penelitian, berdasarkan taksonomi Bloom, dapat menggunakan level C4 dan C5. (ranah kognitif)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...