Langsung ke konten utama

Bab Nadzar

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc
18 September 2022 / 22 Shafar 1444
Masjid Al Faruq Banjar 

Secara umum, nadzar adalah ibadah.

Secara khusus, nadzar adalah mewajibkan sesuatu atasnya perkara yang tidak wajib.

Jenis-jenis nadzar:
1. Nadzar kepada Allah
2. Nadzar kesyirikan

Nadzar kepada Allah ada 3 jenis:
1. Nadzar ketaatan
2. Nadzar kemaksiatan
3. Nadzar dgn perkara yg tidak dimiliki

Nadzar ketaatan wajib ditunaikan.

Jika tidak ditunaikan, maka membayar kafarah.

Nadzar ketaatan terbagi 2
1. Nadzar muqoyyad, yang dilaksanakan dengan syarat memperoleh nikmat atau terhindar dari kemudharatan.
2. Nadzar mutlak, mewajibkan untuk beramal salih tanpa syarat.

Nadzar kemaksiatan, tidak boleh ditunaikan, namun wajib membayar kafarah, jika sudah bernadzar, karena nadzar ditujukan kepada Allah.

Nadzar dengan perkara yang tidak miliki, tidak boleh ditunaikan. Contoh: bernadzar menyembelih kambing, padahal tidak punya dan tidak mampu beli kambing. Maka nadzar ini tidak boleh ditunaikan, namun tetap membayar kafarah.

Nadzar adalah ibadah, dan ibadah harus ditujukan kepada Allah.

Nadzar yang ditujukan bukan untuk Allah, tidak wajib ditunaikan dan tidak membayar kafarah, namun pelakunya harus bertaubat.

Sebagian orang menyebut imamnya orang bertauhid adalah syaikhul islam Ibnu Taimiyah.

Sifat orang beriman, ketika dia bernadzar maka menunaikan.

Sesungguhnya nadzar yang diharapkan adalah melihat wajah Allah.

Contoh nadzar maksiat: ingin umroh dan ziarah ke makam nabi. (tidak boleh mengkhuskan ziarah ke satu makam tertentu)

Nadzar diatas tidak boleh ditunaikan, dan membayar kafarah.

Nadzar yang ditujukan kepada selain Allah termasuk kesyirikan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...