Langsung ke konten utama

Bab Ihsan

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
02 September 2022 / 06 Shafar 1444
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Rukun ihsan hanya 1, kita beribadah seakan-akan Allah menyaksikan kita.

Ihsan ada 2 derajat. 
1. Dia merasa Allah memantaunya.

2. Dia beribadah seolah-olah disaksikan oleh Allah.

Allah tidak bisa dilihat didunia. Allah tidak bisa dilihat kecuali setelah manusia meninggal.

Saat isra mi'raj, nabi hanya melihat cahaya, bukan melihat Allah secara langsung.

Melihat Allah adalah kenikmatan paling tinggi disurga. Oleh karena itu, tidak mungkin bisa melihat Allah didunia.

Walaupun dalam mimpi, manusia tidak bisa melihat Allah sesuai dengan hakikat Allah.

Ketika beribadah, menghadirkan keagungan Allah.

Sesungguhnya Allah maha melihat apa yang dilakukan manusia.

Hilangnya keikhlasan seseorang dalam ibadah, ciri kurangnya sifat ihsan.

Berdasarkan hadits jibril tentang ihsan, ada beberapa faedah, diantaranya:

- Salah satu adab datang ke majelis ilmu adalah memakai pakaian terbaik.

- Seorang muslim tidak boleh menyebut nabi hanya dengan nama beliau (Muhammad) tanpa ada tambahan nabi atau rasul atau perkataan penghormatan yang lain.

- Seorang alim, ustadz, boleh menempatkan diri ditempat yang lebih tinggi dari yang lain.

- Jangan bermudah-mudah memanggil seseorang dengan ustadz. Harus ustadz yang benar-benar bisa diambil ilmunya.

- Pusar dan lutut laki-laki bukan aurat.

- Salah satu metode belajar adalah tanya jawab.

- Jibril bertanya tentang perkara-perkara penting. Adab belajar, bertanya masalah-masalah penting.

- Zaman itu rusak, ketika akhlak rusak. Semakin rusak zaman, semakin rusak akhlak. Seorang budak melahirkan majikan. Sebagian penafsiran ulama maksudnya adalah anak yang durhaka terhadap orang tua.

- Ketika seseorang tidak mengetahui sesuatu, kembalikan kepada Allah. (Wallahu'alam)

- Malaikat bisa berubah bentuk ke bentuk manusia dengan izin Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Hidayah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc 11 Desember 2022 / 18 Jumadil Awal 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Abu Thalib, paman nabi, masuk neraka paling ringan karena syafa'at nabi. Yang maksum hanya nabi, selain nabi, bahkan keluarga nabi tidak maksum, ada yg beriman ada yg tidak. Alasan mempertahankan budaya, dapat menghalangi dari menerima syariat. Budaya tidak mengapa dilestarikan selama tidak bertentangan dengan syariat. Nabi, makhluk paling mulia, tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau. Hidayah terbagi 2: 1. Hidayah taufik, seorang hamba menerima kebenaran. Contoh: yang kafir menjadi mukmin, yang maksiat menjadi taubat. Hidayah taufik ini hanya milik Allah. 2. Hidayah irsyad, atau hidayah bayan. Hidayah yang berupa menjelaskan, seperti ustadz menjelaskan materi ilmu agama. Misal ada seseorang paham terhadap ilmu agama, dipahamkan ustadz. Ini adalah hidayah irsyad.  Namun, apakah orang tersebut dapat mudah mengamalkan ilmu yang didapat. Ini adalah hidayah taufik. Sebaik-...