Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
15 September 2022 / 19 Shafar 1444
Masjid Al Faruq Banjar
Hadits Abdullah bin Zaid.
Nabi mencari cara untuk mengumpulkan kaum muslimin untuk solat.
Sahabat mengusulkan memukulkan kayu, lonceng, dan meniup terompet. Namun nabi tidak setuju.
Kemudian Abdullah bin Zaid bermimpi diajari adzan dan disampaikan kepada nabi, nabi pun setuju.
Adzan disyariatkan ketika nabi berada di Madinah, tahun pertama hijriyah.
Hukum adzan adalah fardhu kifayah bagi kaum pria.
Wanita boleh adzan dan iqamah, misal disuatu tempat semuanya hanya ada wanita.
Wanita adzan dan iqamah tidak boleh didengar lelaki.
Adzan hanya untuk solat fardhu.
Muadzin nabi ada 4 yaitu Bilal, Abi Maghduroh, Saad ibni Aid, Ibnu Ummi Maktum.
Adzan mempunyai lafadz 2 model, adzan Abdullah bin Zaid dan adzan Abi Maghduroh. Keduanya boleh, dibenarkan oleh Nabi.
Adzan harus dalam bahasa arab, tidak boleh diterjemahkan ke bahasa lain.
Adzan harus sesuai dengan waktunya. Kecuali waktu subuh dan jumat, ada 2 adzan.
Assholatu khoiru minannaum pada adzan solat subuh berlaku pada adzan pertama.
Lafadz adzan harus tertib. Kalau salah, harus diulang dari awal.
Adzan tidak boleh rekaman. Karna adzan butuh niat.
Menjawab adzan dan iqamah sesuai dengan kalimatnya, kecuali hayya'alassholah hayya'alalfalah, ucapkan lahawla wala kuwwata ilabilah, sebagian ulama menghukumi sunnah.
Ketika suatu tempat ada beberapa adzan, afdolnya dijawab semua. Kalau tidak bisa dijawab, maka jawab adzan yang pertama didengar.
Komentar
Posting Komentar