Langsung ke konten utama

Ibadah hati

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
22 Juli 2022 / 23 Dzulhijjah 1443
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Sifat Allah sangat erat kaitannya dengan tawakkal.

Tawakkal, semua orang melakukan, muslim ataupun bukan.

Tawakkal, menurut para ulama, seorang manusia menyandarkan urusannya kepada Allah dan yakin kepada Allah.

Tawakkal, mempunyai 2 rukun, 
1. Hatinya bergantung kepada Allah. Seperti hati seorang hati anak kecil, yang tergantung dengan keberadaan ibunya.

2. Melakukan sebab. Tidak dikatakan orang bertawakkal jika tidak melakukan sebab.

Setelah melakukan sebab, kemudian tinggalkan hatinya dari sebab tersebut.

Ciri seorang beriman adalah bertawakkal.

Disebutkan para ulama, separo agama adalah tawakkal. Separonya lagi adalah beribadah.

Ciri orang masuk surga tanpa hisab adalah orang yang bertawakkal.

Para ulama menjelaskan ada beberapa kesalahan dalam bertawakkal.
1. Bertawakkal kepada orang yang tidak mampu melakukannya kecuali Allah. Contoh, bertawakkal menahan hujan kepada orang.

2. Menganggap tawakkal bukan ibadah. Tawakkal adalah ibadah hati.

3. Selalu hatinya terpaut dengan sebab. Contoh, datang ke dokter, berobat, obat dianggap menyembuhkan, terlalu condong hatinya tergantung kepada obat.

4. Meninggalkan sebab secara total.

Ada pendapat rogbah, maknanya sama dengan roja.

Ada pendapat lain, rogbah beda dengan roja.

Rogbah adalah berharap, dan merupakan hasil dari roja.

Rohbah, rasa cemas, mirip dengan hauf (rasa takut)

Rohbah, rasa cemas, takut yang diiringi dengan perbuatan. Sedangkan hauf, rasa takut yang tidak diiringi perbuatan.

Khusyuk, artinya adalah ketenangan.

Khusyuk tempatnya di hati, bekas dari khusyuk akan nampak pada perbuatan seseorang.

Khusyuk menjadikan tunduk kepada perintah Allah.

Orang yang melakukan maksiat, tidak khusyuk.

Maksiat mengeraskan hati.

Amal soleh melembutkan hati.

Khosyah, rasa takut, tapi dibarengi ilmu dan pengagungan.

Rasa takut didapatkan dengan mengenal sifat-sifat Allah.

Rasa takut juga didapatkan dari sadarnya seseorang terhadap banyaknya hak-hak Allah yang tidak dipenuhinya.

Munif, kembali kepada Allah. Ciri-cirinya sebagai berikut.
1. Tumbuh pada dirinya cinta kepada Allah

2. Hatinya tunduk kepada Allah

3. Bersegera menuju terhadap perintah Allah

Istianah, meminta tolong. Maknanya mirip dengan tawakkal.

Istianah terdiri dari percaya dan penyandaran.

Tawakkal, tingkatannya lebih utama dari istianah.

Istianah boleh disandarkan kepada manusia. Tawakkal hanya disandarkan kepada Allah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta