Langsung ke konten utama

Bab Perdamaian

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
24 Juli 2022 / 25 Dzulhijjah 1443
Masjid Baiturrahman Pembina 4

Perjanjian damai boleh dilakukan antar sesama kaum muslimin.

Perdamaian adalah melakukan akad perdamaian yang disepakati oleh dua pihak yang bertikai.

Perdamaian adalah sebuah kebaikan.

Perdamaian dalam islam ada bermacam-macam
1. Perdamaian kaum muslimin dengan kafir yang memerangi kaum muslimin

2. Perdamaian seorang muslim dengan muslim yang lain yang zalim.

3. Perdamaian suami istri.

4. Perdamaian yg berasal dari pertikaian masalah yang bukan tentang harta.

5. Perdamaian yg berasal dari pertikaian masalah harta.

Persengketaan harta ada 2 macam.
1. Al ikrom, salah satu pihak mengakui tuduhan yang dituduhkan. Diantara kedua pihak tidak boleh ada yang terzalimi.

2. Al ingkar, salah satu pihak mengingkari tuduhan. Orang yang menuduh, harus mendatangkan bukti. Namun jika yang menuduh, tidak membawa bukti, maka yang didakwa bersumpah, dan gugur tuduhan.

Perdamaian tidak boleh dalam haknya Allah. Contoh, zakat, jika harusnya 10juta tidak boleh ditawar 5juta.

Perdamaian berlaku terhadap haknya manusia.

Perdamaian tidak perlu lagi, jika sudah ada keputusan hakim.

Tetangga, khilaf dikalangan ulama, siapa tetangga.

Ada yang mengatakan 40 rumah, kiri, kanan, depan belakang.

Ada yang mengatakan yang 1 kampung.

Ada yang mengatakan yang solat di 1 masjid yang sama.

Ada yang mengatakan, dikembalikan ke urf, ini pendapat yang benar.

Namun, jika dinding menempel, maka ulama sepakat dia adalah tetangga.

Jika tetangga memerlukan untuk menajak kayu di dinding rumah kita maka hendaknya diberi izin jika tidak menimbulkan mudharat kepada kita.

Tidak boleh seseorang mengambil tongkat milik saudaranya.

Tidak boleh mengambil sesuatu, walaupun sesuatu tersebut tidak berharga.

Namun, jika menemukan (barang hilang), yang tidak berharga, boleh diambil. Contoh, uang 500 rupiah.

Hak manusia tidak dapat ditebus dengan istighfar.

Seorang muslim harus berhati-hati dalam mencari rezeki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...