Langsung ke konten utama

Al Ahqaf 13 & 14

Ustadz Khairullah Anwar Luthfi, Lc
04 Juni 2022 / 05 Dzulqaidah 1433
Masjid Al Faruq Banjar

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian tetap istikamah, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih.
(Al-Aḥqāf [46]:13)

Mereka itulah para penghuni surga (dan) kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
(Al-Aḥqāf [46]:14)

Beriman kepada rububiyah Allah. Allah sang pencipta, mengatur segala urusan, pemberi rizki dsb yg menjadi kewenangan Allah.

Beriman kepada uluhiyah Allah. Mempersembahkan amal hanya kepada Allah.

Yang dapat menjawab doa hanya Allah.

Beriman kepada asma dan sifat Allah.

Salah satu bentuk istikomah adalah beramal. Rukun iman adalah amalan hati.

Orang yang bertauhid akan terhindar dari kengerian huru hara hari kiamat.

Agama islam adalah agama yang lurus.

Ada hadits. Sesungguhnya sejelek-jelek makhluk adalah yang mengalami huru-hara hari kiamat dan yang menjadikan kuburan sebagai masjid.

Orang beriman akan diwafatkan terlebih dahulu sebelum hari kiamat. 

Surah pada juz amma, rata-rata tentang hari kiamat.

Selalu senantiasa berdoa agar dikuatkan iman.

Bersedih pada ayat diatas maksudnya adalah sedih terhadap apa yang ditinggalkan di dunia. Karena yang ditinggalkan adalah jejak-jejak kebaikan.

Jika manusia meninggal, segala amal berhenti. Pada umumnya amal itu tidak berkesinambungan. Kecuali 3, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak salih yang mendoakan untuknya.

Balasan bagi orang beriman dimasukkan ke dalam surga. Mereka kekal didalamnya. Mereka kekal karena kematian sudah tidak ada.

Penghuni surga ataupun neraka fisiknya berubah.

Yang istikomah dalam ketaatan, surga menanti, berdasarkan rahmat dari Allah.

Amal adalah sebab untuk masuk surga. Namun bukan alat jual beli untuk mendapatkan surga. Karena amal tidak cukup untuk membayar kenikmatan surga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zuhud dan Wara'

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, BA 02 Januari 2022 / 10 Jumadil Akhir 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin  Zuhud ada 2 macam 1. Zuhud terhadap dunia 2. Zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat. Zuhud juga bisa diartikan meninggalkan hal yang dapat membuat berpaling dari Allah ta'ala. Dunia tidak tercela, tapi jika mementingkan kepentingan dunia daripada akhirat, maka ini tercela. Dalam mengumpulkan harta, maka harta harus menjadi sarana untuk tujuan akhirat. Harta akhirat manfaatnya jauh lebih besar daripada harta dunia. Seperti halnya hadits masyhur tentang keutamaan solat sunnah qobliyah subuh. Dunia tidak tercela secara zat nya. Namun yang dilihat adalah caranya mendapatkan dunia.  Kemudian apakah dunia itu menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Yang perlu diperhatikan adalah sikap dan cara nya memandang dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdoa agar jangan sampai dunia...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Khamr

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA 08 Agustus 2023 / 22 Muharram 1445 Masjid As Salam Samsat   Khamr adalah segala sesuatu yang menghilangkan akal. Khamr seringkali menimbulkan kelezatan. Kaedah diatas banyak sekali dapat menjawab berbagai pertanyaan. Jenis makanan dan minuman ada 3 macam: 1. Menghancurkan akal/badan secara permanen. Jenis Ini sepakat para ulama, sedikitnya pun tidak boleh, meskipun tidak mabuk. 2. Kalau dikonsumsi banyak memabukkan, sedangkan sedikit tidak. Jenis ini juga haram. Inilah jenis khamr. 3. Sesuatu yg jika dikonsumsi banyak dapat membuat akalnya terganggu (pusing), tapi tidak hilang akalnya, tidak mendapatkan kenikmatan. Jika dimakan sedikit, maka tidak ada efek apa-apa. Contohnya adalah tapai. Buah palm ada yang berpendapat masuk jenis 2 atau jenis 3. Hal ini perlu diteliti lagi, apakah buah palm menimbulkan kelezatan atau tidak. Khamr dapat dikatakan induk semua maksiat. Khamr secara zat, ada khilaf, ada yang berpendapat najis, ada yang ...