Langsung ke konten utama

Mengenal Allah

Halaqah 01

Pentingnya mengenal Allah, rasulullah, dan agama Islam. 

Tiap manusia ketika meninggal, di alam kubur akan ditanya mengenai 3 perkara.

Siapa Tuhanmu, siapa nabimu, dan apa agamamu.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghapal. Namun yang dituntut adalah pemahaman dan pengamalan.


Halaqah 02 Mengenal Allah sebagai pencipta

Allah Ta'ala adalah zat Maha Pencipta. Menciptakan dari tidak ada, menjadi ada. 

Dialah Allah yang menciptakan manusia dan seluruh alam semesta.

Itu adalah Allah Rabb kalian yang telah menciptakan sesuatu.

Sesembahan lain, tidak bisa menciptakan sesuatu, meskipun bersatu padu, bahkan untuk menciptakan lalat (Al Hajj: 73)

Seorang muslim wajib meyakini bahwa Allah adalah Pencipta.

Barang siapa meyakini ada pencipta selain Allah, maka orang tersebut telah melakukan syirik besar.


Halaqah 03

Diantara nama Allah adalah arrozak, yang Maha Pemberi Rezeki.

Allah menciptakan makhluk, dan memberikan rezeki kepada mereka.

Allah menetapkan rezeki makhluk jauh sebelum makhluk tersebut tercipta (hadits riwayat Muslim).

Allah menyampaikan rezeki kepada makhluk sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Tidak akan meninggal seseorang sampai habis ketetapan rezekinya.

Tidak ada binatang melata di muka bumi kecuali telah Allah tetapkan rezekinya, Hud: 06.

Tidak ada selain Allah yang mampu untuk memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.

Hendaknya manusia mengingat nikmat yang Allah berikan, Fatir: 03.


Halaqah 04 Mengenal Allah sebagai pengatur alam semesta

Allah mengatur malam menjadi siang dan sebaliknya. Allah mengatur seluruh perkara (As Sajadah: 05).

Nabi Ibrahim berkata kepada seorang yang mengaku Tuhan, terbitkanlah matahari dari barat. Maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa (Al Baqarah: 258).

Seorang muslim tidak boleh meyakini ada selain Allah yang mengatur alam semesta.

Hal ini termasuk menyekutukan Allah. 


Halaqah 05 Mengenal Allah sebagai satu-satunya zat yang berhak disembah

Seorang muslim dituntut beribadah hanya kepada Allah semata.

Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian, yang telah menciptakan kalian, agar kalian bertakwa.

Janganlah bagi kalian sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui. Al Baqarah: 22.

Selain Allah tidak berhak untuk disembah. Al Hajj: 62.

Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal dialah yang menciptakan dirimu (HR Bukhari).


Halaqah 06 Keyakinan bahwa Allah sebagai Pencipta, pemberi rezeki, dan pengatur alam semesta tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam

Keyakinan diatas adalah kewajiban bagi seorang muslim. 

Namun, keyakinan diatas tidak cukup untuk menjadikan seseorang masuk agama Islam.

Dalilnya, iblis mengenal Allah.

Orang-orang kafir quraish, jika ditanya siapa yang menciptakan dan memberi rezeki, maka mereka menjawab Allah (Az Zumar: 38)

Namun mereka tidak mentauhidkan Allah di dalam beribadah.

Seroang muslim perlu mengetahui apa pengertian ibadah dan macam-macamnya, sehingga dia tidak menyerahkan ibadah kepada selain Allah.


Halaqah 07 Pengertian Ibadah dan Macam-macamnya

Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik perkataan maupun perbuatan.

Seseorang dapat mengetahui sesuatu dicintai oleh Allah atau bukan dengan beberapa perkara, diantaranya jika sesuatu tersebut diperintahkan oleh Allah.

Kemudian dapat juga diketahui dari Allah memuji pelakunya. Contohnya, berdoa (Ghafir: 60).

Doa adalah ibadah (Hadits Shahih Abu Daud).

Contoh yang lain, menyembelih (Al Kautsar: 2). 

Allah melaknat sesorang yang menyembelih kepada selain Allah.

Ibadah hanya diserahkan untuk Allah.


Halaqah 10 Mengenal Allah dengan Nama dan Sifatnya

Allah telah mengabarkan dalam alquran bahwa Allah memiliki nama dan sifat.

Allah memiliki nama-nama yang paling baik (Al A'raf:180).

Allah berfirman, Allah memiliki sifat yang paling tinggi (An Nahl: 60).

Kita mengenal Allah dengan nama dan sifat tersebut.

Diantara sifat Allah adalah beristiwa di atas Arsy. Turun ke langit dunia di sepertiga malam akhir.

Kewajiban seorang muslim adalah menetapkan nama dan sifat tersebut. Allah lebih tau tentang diriNya daripada kita semua.

Dan Rasulullah lebih mengetahui Allah daripada kita semua.

Tidak ada yg serupa dengan Allah. Dia adalah yg Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Seorang muslim menetapkan nama dan sifat Allah tanpa menyerupakan kepada selainnya dan tanpa mentakwil nama dan sifat tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...