Langsung ke konten utama

Mencintai Saudara Sebagaimana Diri Sendiri

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
09-08-2024 / 04 Shafar1446
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin

Mencintai saudara sesama muslim adalah amalan hati.

Tidak ada yang mengetahui selain diri sendiri dan Allah.

Amalan hati harus dijaga karena bisa jadi dapat memasukkan ke dalam surga.

Hadits nabi, barang siapa yang dapat memiliki amalan salih secara sembunyi maka lakukanlah.

Amal salih yang tersembunyi adalah salah satu penyebab mati husnul khotimah.

Tidak ingin nikmat yang ada pada saudara kita itu hilang.

Ada 2 model hasad yang diperbolehkan. 
1. Ingin bersedekah, ingin beribadah seperti orang.
2. Hasad kepada orang kafir.

Ingin perkara dunia sama dengan yg didapatkan saudara sesama muslim. Contoh ingin mobil bagus seperti si fulan.

Keinginan seperti ini tidak baik. 

Manusia pasti memiliki hasad, ada yang bisa dikontrol ada yang tidak.

Hadits nabi, barang siapa ingin masuk surga hendaklah beriman pada hari akhir dan melakukan apa yang disukai saudaranya sesama muslim.

Kata salah seorang sahabat. Abu Bakar tidak mengungguli dari segi puasa dan sebagainya namun di hatinya ada keimanan yang sangat kuat.

Hal itu lah yang membedakan Abu Bakar dengan sahabat lain.

Dari sisi kecintaan, lebih utama mencintai seorang muslim yang sama akidah nya dengan kita.

Iman itu bertingkat-tingkat.

Ada yang imannya sempurna, ada yang kurang, ada yang tidak beriman.

Iman naik dengan ketaatan. Iman kurang dengan kemaksiatan.

Hal diatas adalah indikator yang pasti tepat.

Seorang muslim diminta untuk tawadhu terhadap orang lain.

Secara asal harusnya seseorang semakin berilmu semakin tawadhu.

Faidah menuntut ilmu adalah merubah akhlak.

Akhlak yang baik ditandakan dengan ketenangan.

Orang yang menuntut ilmu akan mendapatkan keberkahan didalam hidupnya.

Sikap yang benar terhadap nabi adalah cinta yang melebihi orang tua, anak, dan dirinya sendiri.

Ada dua kelompok yang keliru menerapkan cinta kepada nabi.

Kelompok 1. Kelompok yang berlebihan dalam mencintai rasulullah. Nabi dijadikan tempat meminta. Hal ini tidak boleh.

Hadits nabi. Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti kaum nasrani mengkultuskan Isa putra Maryam.

Kelompok 2. Kelompok yang menyepelekan nabi. Dan termasuk dalam kelompok ini adalah kelompok yang meremehkan sunnah nabi.

Di akhirat, seseorang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang dicintai. Oleh karena itu seorang muslim harus mencintai nabi agar dikumpulkan bersama nabi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...