Langsung ke konten utama

Pertemuan 2

Ustaz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
07 Juni 2024 / 01 Dzulhijjah 1445
Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin 

Haram hukumnya beribadah diniatkan semata-mata utk selain Allah.

Hendaknya ibadah di niatkan untuk Allah.

Ada juga orang berniat ibadah untuk Allah, namun ada niat sampingan utk dunia. Maka hal seperti ini masih mendapat pahala.

Hukum asal, tidak boleh seorang muslim berada di negeri kafir. Kecuali memenuhi bbrapa syarat.

Syarat 1, untuk menuntut ilmu. Ilmu yang tidak ada di negara muslim.

Syarat 2, harus seseorang tersebut mempunyai ilmu agama yang kuat.

Syarat 3, ada keperluan, seperti berdagang, tugas kerja, dsb.

Seseorang wajib hijrah dari negeri kafir jika mampu.

Hijrah akan terus ada hingga akhir zaman.

Seseorang begitu hijrah, tidak boleh kembali lagi ke negeri asalnya. Meskipun negeri asalnya berubah menjadi negeri muslim.

Demikian juga nabi dan para sahabat, setelah hijrah, tidak kembali lagi ke Mekkah.

Selain hijrah negara, disyariatkan juga hijrah tempat atau lingkungan.

Misal ada lingkungan yg tidak baik, maka hijrah ke lingkungan yang baik.

Pentingnya seseorang ikhlas beribadah kepada Allah.

Bahaya riya dapat menimpa semua orang.

Namun, pujian yg datang setelah amal selesai, maka tidak mengapa. Ini bukan riya.

Nabi adalah pengajar terbaik, nabi memberi contoh dalam pengajaran2.

Iman, keyakinan dalam hati, diikuti dengan lisan dan perbuatan. Bertambah dengan ketaatan. Berkurang dengan kemaksiatan.

Riya bisa pada mengerjakan perbuatan, bisa juga pada meninggalkan perbuatan.

Meninggalkan amal karna manusia itu riya.

Fitnah wanita dihilangkan dengan bersabar. Termasuk fitnah syahwat.

Fitnah syubhat dihilangkan dengan menuntut ilmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...