Langsung ke konten utama

Pertemuan Keempat

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
10 Juni 2022 / 11 Dzulqaidah 1443
Masjid Imam Syafii Banjarmasin

Inti pembahasan. 3 landasan utama. Yang wajib bagi manusia untuk mengetahui.

Penulis memulai inti pembahasan dengan tanya jawab, berdialog.

3 landasan tersebut adalah
1. Mengenal Tuhannya
2. Mengenal agamanya
3. Mengenal nabinya

Saat beribadah harus mengetahui 3 landasan diatas.

Saat seseorang meninggal, di alam barzakh, akan ditanya 3 hal diatas. Maka 3 hal tsb adalah hal yang sangat penting.

Alam barzakh adalah cerminan dari apa yang akan dialami akhirat.

Dalil 3 landasan diatas sebagai hal yang wajib diketahui adalah sangat banyak baik dari alquran maupun hadits.

Semua ayat mengenai ibadah, mengarah kepada 3 landasan diatas.

Landasan pertama: mengetahui tentang Tuhan

Ma'rifah (mengetahui) tidak layak disifatkan kepada Allah. Karena ma'rifah didahului dengan ketidak tahuan.

4 hal yang harus diketahui tentang Allah.
1. Mengenal, meyakini Allah itu ada.
2. Meyakini Allah memiliki sifat rububiyah, yang mengatur, mencipta alam semesta, memberi rezeki.
3. Meyakini tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah.
4. Meyakini Allah memiliki sifat-sifat yang indah dan sempurna.

Rububiyah berasal dari kata robb yang dapat bermakna 3 hal yaitu: menciptakan, memberikan rezeki, mengatur.

3 makna asmaul husna yang paling agung: Allah, Robb, Ar Rahman. Karena 3 nama ini kembali kepada kesempurnaan.

Cara mengetahui keberadaan Allah secara rububiyah dengan 4 cara:
1. Dari alquran dan hadits
2. Dari fitrah manusia
3. Dari cara akal
4. Dari panca indera

Ada 2 kelompok yang mengingkari rububiyah Allah.
1. Yang menganggap Allah mengatur alam semesta tidak sendiri (ada sekutu)
2. Atheis

Semua manusia fitrahnya menganggap ada pencipta.

Fitrah manusia banyak dirusak oleh syubhat.

Dari segi akal, sesuatu yang diciptakan, pasti ada penciptanya.

Dari segi panca indera, manusia bisa melihat mukjizat nabi-nabi, dikabulkannya doa-doa.

Nikmat Allah ada 2:
1. Yang bisa dirasakan. Contoh: diberi rezeki, dikaruniai anak, dll
2. Nikmat maknawiyah. Tidak bisa dipegang, dilihat. Contoh: diberi hidayah, diberi ketenangan hati

Sebagian orang kurang bersyukur terhadap nikmat maknawiyah.

Dalil uluhiyah Allah:
1. Dalil syar'i, alquran dan hadits
2. Dalil akal

Dalil akal: orang menyembah sesuatu karena orang membutuhkan kepada yang disembah.

Dalil akal: sesuatu yang disembah pasti sempurna.

Sesuatu yang sempurna tidak butuh terhadap sesuatu (Allah).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...