Langsung ke konten utama

Bab Rukyah dan Jimat (1)

Ustadz Muhammad Hafidz Anshari, Lc
05 Juni 2022 / 06 Dzulqaidah 1433
Masjid Al Faruq Banjar

Bab ini merupakan penyempurnaan bab sebelumnya karena masih ada hubungan dengan jimat.

Bab ini tidak didahului dengan keterangan syirik karena rukyah ada syar'i ada yang tidak.

Pada bab ini, penulis menyajikan 4 dalil tentang rukyah dan jimat.

Diantara sunnah atau adab bersafar adalah dengan teman yang baik. Nabi selalu bersafar bersama sahabat.

Kebiasaan menggunakan jimat sudah ada dari zaman jahiliyah. Menggantungkan sesuatu pada leher manusia, tunggangan, hewan peliharaan, dan lain-lain.

Saat menjadi tokoh masyarakat, yang harus dijaga adalah jangan sampai lingkungannya melakukan kesyirikan.

Salah satu penyebab bala adalah dosa. Dan dosa yang paling besar adalah kesyirikan.

Salah satu jimat yang biasa dipakai pada zaman jahiliyah adalah terbuat dari tali busur yang sudah usang yang digantungkan di leher unta.

Sebab harus berasal dari 2 hal.
1. Dijelaskan secara syar'i
2. Berdasarkan penelitian para ahli

Wajib ingkar mungkar jika ada jimat yang digantung. Jika ada kemampuan (di lingkungan keluarga misalnya) untuk memotong jimat tsb, maka potong. Jika tidak ada, maka nasihati.

Rukyah yang syirik adalah yang bacaannya bukan zikir kepada Allah.

Rukyah ->  bacaan.
Jimat -> benda.

Terkadang rukyah dan jimat memang disisipkan ayat al quran. Dukun berkedok ustadz.

Tiwalah, sesuatu yang diyakini dapat membuat pasangan semakin cinta. (Pelet)

Tiwalah juga termasuk kesyirikan karena tidak ada dijelaskan secara syar'i sebagai sebab tersebut.

Mengenal sunnah, belajar tauhid, dapat memudahkan diri untuk menggantungkan segala sesuatu hanya kepada Allah.

Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan di leher anak-anak untuk menangkal penyakit ain.

Tamimah sama dengan jimat.

Ain adalah penyakit dari pandangan mata. Bahkan ain bisa menimpa diri sendiri. 

Ain bisa dari hati yang hasad, bisa juga dari sikap suka kagum tanpa menyebutkan masya Allah, tabarakallah.

Zikir pagi petang sebagai salah satu usaha menangkal penyakit ain.

Biasakan mengucapkan "masya Allah" dan "tabarakallah" dapat menghindarkan dari penyakit ain.

Rukyah dibolehkan asal tidak ada unsur kesyirikan.

Rukyah dapat digunakan untuk mengobati ain atau tersengat kalajengking.

Rukyah syar'i menggunakan bacaan alquran ataupun doa-doa dalam hadits sahih.

Bisa jadi rukyah menggunakan bacaan dengan bahasa arab agar terlihat syar'i, namun tidak berasal dari alquran.

Rukyah ada 3 syarat.
1. Dengan ayat-ayat Allah, dengan nama-nama Allah atau dengan hadits nabi.
2. Dengan bahasa arab atau bahasa yang dapat dipahami. Jika dengan bahasa yang tidak dapat dipahami, kawatirnya ada permintaan kepada jin.
3. Wajib meyakini rukyah tidak memberi pengaruh dengan sendirinya, tetapi memberi pengaruh dengan izin Allah.

Rukyah syar'i dapat dilakukan dengan beberapa cara.
1. Meniup dengan sedikit sekali liur. 
2. Meniup dengan liur yang sedikit lebih banyak dari cara pertama.
3. Tanpa tiupan sama sekali.
4. Mencampurkan sedikit tanah dengan air liur.
5. Mengusapkan tangan ke tubuh yang sakit.
6. Ditiupkan ke air, kemudian airnya bisa diminum atau dimandikan.
7. Menuliskan ayat, kemudian dihapus, dimasukan ke air dan diminumkan. (Cara ini dibenci sebagian ulama)

Nabi pernah dipatuk kalajengking ketika solat.

Dianjurkan membunuh kalajengking.

Kalau setelah rukyah diberikan kesembuhan maka bukan karena air liur nya yang dapat menyembuhkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...