Langsung ke konten utama

Bab Amalan Ketika Mimisan

Ustadz Dr. Muhammad Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA
09 Juni 2022 / 09 Dzulqaidah 1443
Masjid Al Faruq

Hadits 101, hadits shahih yang bercerita tentang penggalam kisah terbunuhnya Umar Bin Khattab.

Umar telah mengetahui bahwa beliau akan mati syahid karena sudah disabdakan oleh Nabi Shalallahu alaihi wasallam.

Umar saat menjadi khalifah, melarang budak yang belum masuk Islam masuk ke Madinah. Karena budak yang didapatkan dari peperangan biasanya dengki kepada orang Islam, sehingga seringkali menimbulkan masalah.

Sebagian kaum muslimin keberatan dengan kebijakan perang. Akhirnya, Umar mengizinkan beberapa budak non muslim masuk Madinah.

Pada zaman Umar beberapa kali percobaan makar.

Umar ditikam dengan 3 tikaman saat solat subuh oleh Abu Lu'lu al majussi, pandai besi, seorang budak dari Mughirah.

Pada awalnya Umar menyangka digigit binatang buas.

Sahabat yang disaf pertama, 7 orang, berusaha menolong Umar, juga ditikam, dan mati seketika.

Saat Umar ditikam, banyak darah mengucur. Umar wafat sehari setelah penikaman.

Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan saat darah mengucur banyak dan tidak dapat dihentikan, maka tidak mengapa solat diteruskan.

Dalam hadits tersebut juga dijelaskan perkataan Umar, tidak ada Islam bagi yang tidak solat (wajib).

Jika ada orang yang menganggap, solat itu tidak wajib, maka orang tersebut melakukan perbuatan kufur, dapat mengeluarkan dari Islam.

Imam Malik berpendapat, kalau mimisan tidak dapat dihentikan, maka tidak perlu rukuk dan sujud, digantikan dengan isyarat.

Rukuk dan sujud dapat berpotensi menyebabkan darah mimisan keluar lebih banyak.

Bab wudhu dari madzi

Madzi adalah cairan bening karena syahwat.

Mani warnanya putih, dan keluarnya sekaligus.

Madzi membatalkan wudhu.

Segala sesuatu yang keluar dari 2 jalur, maka membatalkan wudhu. Walaupun belum tentu yang keluar tsb adalah najis.

Keputihan bukan najis. Namun, membatalkan wudhu.

Madzi adalah najis karena nabi shalallahu alaihi wasallam menyuruh untuk membasuh madzi.

Madzi dibersihkan dengan cara dibasuh, tidak cukup hanya dengan percikan air.

Yang dibasuh adalah yang ada madzinya saja, tidak seluruh kemaluan.

Diperbolehkan mengutus orang untuk bertanya tentang agama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab Mencari Berkah

Ustadz Muhammad Hafidz Anshori, Lc 31 Juli 2022 / 03 Muharram 1444 Masjid Al Faruq Banjar  Orang musyrikin bangga dengan anak laki-laki, namun mereka menganggap Allah mempunyai anak perempuan. Latta, Uzza, Mana, adalah nama berhala besar yang dibuat oleh kaum musyirikin. Ketiga berhala tersebut adalah nama-nama Allah yang dijadikan muannats / perempuan (kaidah bahasa arab). Latta, Uzza, Mana dianggap anak perempuan Allah oleh kaum musyrikin. Padahal kaum musyirikin tidak menyukai anak perempuan. Tidak boleh mencari keberkahan kepada batu, pohon, kuburan. Secara asal, hukumnya adalah syirik kecil. Ketika mencari keberkahan harus merujuk kepada dalil. Sebagian makhluk, waktu, tempat dijadikan mengandung keberkahan oleh Allah. Contoh: fisik nabi, makan sahur, bulan ramadhan, masjidil haram dll. Foto bukan sumber keberkahan. Foto siapapun, karena tidak ada dalil yang menetapkan foto mengandung keberkahan. Penyebab utama jatuh ke dalam kesyirikan adalah kebodohan, tidak belajar. Niat ya...

Tauhid Uluhiyah

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc 21 Juni 2023 / 03 Dzulhijjah 1444 Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin   Kata tauhid sering diartikan dengan uluhiyah dalam buku-buku Islam. Tauhid uluhiyah, menjadikan ibadah satu-satunya hanya untuk Allah Ta'ala. Al uluhiyah berasal dari kata al illah, yang merupakan salah satu dari nama Allah Ta'ala. Al husna, nama-nama Allah Ta'ala yang artinya sampai kepada puncak kebaikan. Jika orang kafir bertanya, siapa Allah, maka jawabannya adalah Zat Yang Ditaati atau Zat Yang Diibadahi. Allah Ta'ala memiliki sifat diibadahi. Ibadah akan sah disisi Allah, jika dipenuhi 3 rukun, yaitu 1. Rasa harap 2. Rasa takut 3. Rasa cinta

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

Ustaz Dr. M. Haikal Ali Basyarahil, Lc, MA Jumat, 21 Shafar 1447/15 Agustus 2025 Masjid Imam Syafii Abu Musa Al Asy'ari, sahabat nabi yang didoakan nabi. Abu Musa, banyak berdakwah di kota Yaman. Meninggal tahun 42 H. Orang dan ilmu diibaratkan nabi dengan tanah. Ada 3 macam tanah, tanah yang bisa menyerap air, tanah yang tidak menyerap air tapi menahan (tanah ini masih ada manfaat utk tanaman), ada tanah yang tidak menyerap dan menahan. Tanah jenis 1, orang yang paham ilmu, mengamalkannya. Tanah jenis 2, orang yang paham ilmu, tidak mengamalkan (perkara sunnah), namun menyebarkannya. Tanah jenis 3, orang yang tidak paham ilmu. Tanah jenis 2 persis seperti orang Yahudi, mengetahui ilmu (kebenaran) namun tidak mengamalkan. Ilmu harus mempengaruhi diri (menjadi lebih baik). Orang berilmu hidupnya tenang. Ilmu erat kaitannya dengan petunjuk. Misi nabi adalah menyampaikan ilmu dan petunjuk. Ahli ilmu mengatakan (Ibnu Qayyim), ilmu menjadi kebutuhan manusia melebihi makan dan minum. Mer...